Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Sunday, February 2, 2014

Contoh Flora Fauna Khas Berbagai Daerah Di Indonesia

Kali ini kami akan berbagi kepada adik SMA kelas X yang memiliki tugas geografi atau Biologi yaitu mencari contoh flora dan fauna khas di berbagai daerah di wilayah Indonesia lengkap dengan gambar dan nama flora/fauna masing-masing daerah.

Melalui postingan ini kami sediakan contoh flora/fauna khas berbagai daerah di Indonesia, mulai dari wilayah Barat tipe Asiatis dalam hal ini pulau Sumatra yakni NAD, Riau dan sekitarnya, Pulau Jawa antara lain Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja dan Jawa timur, Pulau Kalimantan antara lain Kalimantan Barat, Tengah, Timur dan Selatan. Wilayah peralihan meliputi pulau Bali dan Sulawesi. Dan terakhir wilayah Timur tipe Australis meliputi daerah Maluku dan Papua.

Dibawah ini contoh melalui gambar.
Contoh Flora Fauna Khas Berbagai Daerah Di Indonesia

Diatas adalah 2 Contoh Flora Fauna Khas Berbagai Daerah Di Indonesia, jika ingin mengunduh/mendownload Contoh Flora Fauna Khas Berbagai Daerah Di Indonesia secara lengkap dan format sudah bagus, dan sudah bisa langsung di print dalam hal ini berformat DOC, silahkan download dengan klik link ini.

Friday, August 2, 2013

Contoh Gambar Rantai Makanan

Adik-adik yang masih duduk di SMP, SMA pastilah mempelajari rantai makanan tepatnya di bidang studi IPA (IPA Biologi). Rantai makanan sendiri merupakan pelajaran yang menjelaskan bagaimana makhluk hidup saling makan-memakan dengan makhluk hidup lainnya guna untuk mempertahankan hidupnya.

Rantai makanan juga sebenarnya mempunyai banyak manfaat, diantaranya bisa kita cermati apabila rantai makanan tidak ada, maka jelas, pertumbuhan dari makluk hidup tidak akan bisa kontrol, atau makhluk hidup dalam hal ini hewan dan tumbuhan akan memenuhi dunia ini. Karena tidak terjadi makan memakan diantara mereka, inilah yang disebut rantai makanan.

Dibawah ini kami berikan contoh gambar rantai makanan yang sering dijumpai di lingkungan sekitar.


Gambar diatas adalah contoh rantai makanan sederhana, yaitu dimulai dari tumbuhan - belalang - katak - ular - jamur , selanjutnya akan melakukan siklus yang sama secara terus menerus, sehingga terjadi keseimbangan antara semua makhluk hidup dalam rantai makanan diatas.

Rantai makanan bisa saja  tidak seimbang, contohnya dalam gambar diatas, katakanlah populasi katak kurang, maka dengan otomatis populasi belalang akan meningkat, dan bisa saja mengakibatkan populasi tumbuhan menjadi berkurang bahkan punah. Jadi kesimpulannya apabila ada salah satu makhluk hidup dalam satu rantai makanan yang populasinya meningkat ataupun menurun, maka akan mempengaruhi populasi makhluk hidup lainnya yang masih satu rantai makanan.

Friday, February 15, 2013

HUBUNGAN ANTARA KEPADATAN POPULASI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

Kepadatan populasi lebih di kenal dengan kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang mendiami suatu tempat berkaitan dengan luas daerah tersebut. Kepadatan penduduk akan meningkat jika kelahiran tinggi,sedangkan tingkat kematian rendah. Apalagi jika ditambah dengan banyaknya imigran yang datang. Hal ini dapat menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk.


Jumlah penduduk yang besar menyebabkan kebutuhan hidup juga besar. Serta menyebakan ruang gerak yang sangat terbatas. Berbagai industri mulai muncul untuk memenuhi kebutuhan manusia, misalnya industri pangan, pakaian, obat-obatan, dan transporatsi. Bertambahnya kawasan industri serta alat transprtasi akan menimbulkan pencemaran udara, tanah, dan air.


Ketersedian udara dan air bersih pun semakin menipis. Selain itu, jumlah penduduk yang selalu besar juga dapat menyebapkan peningkatan kebutuhan pangan dan lahan. Apabila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, persediaan pangan tidak akan mampu mencukupi kebutuhan pehduduk. Hal ini dapat menyebapkan terjadinya bahaya kelaparan.


Kepadatan penduduk yang tinggi mengakibatkan sulitnya mendapat fasilitas pemukiman yang layak karena terbatasnya keresedian lahan. Mereka yang tidak memiliki tempat tinggal terpaksa mendirikan gubuk liar di tepi-tepi sungai. Akibatnya, timbul pencemaran lingkungan berupa sampah menggunung, air sungai tergenang, dan udara berbau tidak sedap. 



PUTRI YULIANTI

IX C

012076

INTERAKSI MAHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM

Ekosistem adalah suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dibentuk oleh satuan-satuan makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. satuan -satuan makhluk hidup penyusun ekosistem sebagai berikut. 
  •  Individu adalah organisme yang hidup berdiri sendiri yang secara fisiologi bersifat bebas atau sebutan untuk mahkluk hidup tunggal. contohnya        seekor unta.
  • populasi adalah sekolompok organisme sejenis yang tinggal di habitat tertentu dan pada saat tertentu. Contohnya sekolompok zebra di padang rumput 
  • komunitas adalah kelompok organisme yang hidup dan saling berinteraksi dalam suatu habitat tertentu. Contoh berbagai jenis makhluk hidup yang terdapat di halaman sekolah.
    Ekosistem terdiri atas komponen biotik dan abiotik. komponen biotik meliputi produsen [organisme autotrof ] ,konsumen [ organisme heterotrof] , dan pengurai yang saling berinteraksi. Interaksi mahkluk hidup terutama dalam hubungan makan yang dikenal dengan rantai makanan. Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dengan urutan dan arah tertuntu. Rantai makanan dimulai dari produsen yang dimakan oleh konsumen. Selanjutnya, konsumen I dimakan oleh konsumen II dan seterusnya. Konsumen terakhir dalam rantai makan disebut komsumen puncak. Akhirnya konsumen puncak dirombak oleh pengurai. Dalam preses makan dan dimakan berlangsun juga aliran energi sesuai dengan urutan dalam rantai makanan akan saling berhubungan membentuk jaring-jaring makanan.
    Interaksi antarmahkluk hidup tidak hanya berupa hubungan makan dan di makan (predasi.Namun interaksi tersebut juga dapat terjadi melalui melalui hubungan simbiosis dan kompetisi.simbiosis adalah hidup bersama antara dua mahluk hidup yang berbeda. simbiosis di bagi menjadi ,simbiosis komensalisme, dan mutualisme. kompetisi adalah persaingan antara dua mahluk hidup atau lebih yang membutuhkan bahan yang sama dari lingkungannya.
    Ekosistem merupakan kesatuan antar komponen biotik dan komponen abiotik. Apabila terjadi perubahan dalam salah satu komponen,keseimbangan ekosistem akan terganggu. berkurangnya salah satu komponen botik dapat menyebabkan berkurangnya populasi pemangsanya dan menikmatnya populasi yang di mangsa oleh komponen biotik tersebut

MULIANA ASTUTY

IX B

010044

*:-* cium


adaptasi dan jenis-jenisnya

      adaptasi adalah proses penyesuain diri mahluk hidup dgn lingkungan hidupnya.adaptasi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup mahluk hidup krn jika mahluk hidup tdk dapat beradaptasi dgn lingkungannya maka mahluk hidup tersebut akan mati.ada 3 jenis adaptasi yaitu adaptasi morfologi,adaptasi fisiologi,dan adaptasi tingkah laku.

      1. adaptasi morfologi adalah proses penyesuaian diri mahluk hidup yang berhubungan dgn bagian tubuh bagian luar mahluk hidup.adaptasi dapat dilihat pd burung
          elang.cth adptasi morfologi yaitu:
                                                          a) bebek mempunyai paruh berbentuk seperti sekop untuk mengambil makanan di dlm lumpur
                                                          b) tumbuhan kaktus memiliki daun yg kecil berbentuk seperti jarum untuk mengurangi pengauapan,dan memiliki batang
                                                              yang besar untuk menyimpan air.
      2. adaptasi fisiologi adalah proses penyesuuaian diri mahluk hidup yg berhubungan dgn tubuh bagian dlm.contoh adaptasi fisiologi yaitu:
                       a) jumlah sel darah merah pd org yg hidup di atas pegunungan lebih banyak dari pada org yg hidup di dataran rendah,fungsi dari sel darah merah adalah
                           untuk mengikat oksigen.
                       b) ikan air tawar memeiliki kadar garam di dlm tubuh lebih tinggi dari pada kadar garam  lingkungannya oleh karena itu ikan air tawar harus banyak minum
                           dan sedikit mengeluarkan urine.
      3. adaptasi tingkahlaku adalah proses penyesuaian diri mahluk hidup yg berkaitan dgn tingkah lakunya.cth dari adaptasi tingkah laku yaitu:
                        a) paus dan lumba-lumba naik kepermukaan setiap 30 menit sekali untuk menghirup oksigen
                        b) rayap menjilati dubur induklnya untuk mendapatkan hewan flagellata dimana hewan flagellata mempunyai enzim selulase untuk mencerna kayu.
                        c) bunglon dapat mengubah warna tubuhnya agar terhindar dari musuhnya.

    mungkin hanya sampai disini informasi tentang adaptasi dan jenis-jenisnya,mungkin dapat bermanfaat untuk anda.


ditulis oleh:
nama: muh rauf nur
kelas: IX b
nis    : 010052

Sunday, September 23, 2012

Download Makalah Tentang Penyakit Rabies

MAKALAH BIOLOGI “PENYAKIT RABIES” D I S U S U N OLEH : MUH RIZAL SMA NEGERI 1 BONTOSIKUYU 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat dan hidayahnya jualah kami selaku Kelompok 4 dapat menyelesaikan makalah biologi tentang PENYAKIT RABIES. Kami membuat makalah ini untuk memberikan pengetahuan tentang penyakit RABIES bagi kita semua. Melalui ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Akhirnya mudah-mudah makalah ini bisa bermanfaat, sesuai pengharapan dari penulis. Pariangan, 21 September 2012 Penulis ii DAFTAR ISI Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii Bab 1 Pendahuluan 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 1 1.3 Tujuan 2 1.4 Metode 2 Bab 2 Pembahasan 3 2.1 Pengertian 3 2.2 Penyebab 3 2.3 Tahapan Penyakit Rabies 4 2.4 Gejala Rabies 4 2.5 Tanda-Tanda Penyakit Rabies 5 2.6 Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit 6 2.7 Perundang-undangan Tentang Rabies 6 2.8 Pencegahan 7 2.9 Pengobatan 7 2.10 Tips Bila Digigit Anjing 8 Bab 3 Penutup 10 3.1 Kesimpulan 10 3.2 Saran 10 Daftar Pustaka 11 iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahun 2009 ini merupakan bukti bahwa Indonesia bukanlah negara yang bebas dari penyakit Rabies, terbukti dengan adanya korban meninggal yang terinfeksi oleh penyakit ini di beberapa Rumah Sakit di Indonesia. Salah satunya adalah provinsi Bali yang telah dklaim bebas rabies justru telah banyak korban berjatuhan baik yang suspect maupun yang telah positif terjangkit virus rabies. Sekarang Dinas Peternakan Bali sedang genjar-genjarnya memberantas penyakit mematikan ini yang disebabkan oleh gigitan hewan, anjing yang dianggap sebagai sahabat manusia justru sebagai penyebar utama dari penyebaran virus rabies ini melalui gigitannya. Sehingga tidak heran banyak anjing yang dibunuh, namun untuk anjing yang dipelihara akan diberikan vaksinasi. Agar kita terhindar dari penyakit mematikan ini, hendaknya kita mengetahui bagaimana ciri-ciri hewan yang telah terinfeksi virus rabies. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penyakit rabies dari pengertian sampai dengan tips-tips bila kita atau orang terdekat kita digigit oleh anjing atau hewan yang lainnya yang berpotensi untuk menyebarkan virus rabies. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka dapat dibuat rumusan masalah : 1. Apa itu rabies ? 2. Apa saja penyebab rabies? 3. Bagaimana tahapan penyakit rabies? 4. Apa saja gejala-gejala penyakit rabies? 5. Apa saja tanda-tanda penyakit rabies pada hewan? 6. Apa yang harus dilakukan pada hewan yang telah mengigit? 7. Adakah undang-undang yang mengatur tentang rabies? 8. Bagaimana pencegahan untuk penyakit rabies? 9. Bagaimana pengobatannya? 10. Adakah tips-tips bila tergigit hewan yang berisiko terkena infeksi rabies? 1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mahasiswa mengetahui trend dan issue yang sedang berkembang di Indonesia yaitu masalah rabies dan dapat memberikan penanganan yang tepat dari panyakit rabies ini. 1.4 Metode Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan metode penelusuran. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Rabies atau lebih sering dikenal dengan nama anjing gila merupakan suatu penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan dari gigitan hewan penular rabies. Hewan yang rentan dengan virus rabies ini adalah hewan berdarah panas. Penyakit rabies secara almi terdapat pada bangsa kucing, anjing, kelelawar, kera dan karnivora liar lainnya. Pada hewan yang menderita rabies, virus ditemukan dengan jumlah yang banyak pada air liurnya. Vrus ini ditularkan ke hewan lain atau ke manusia terutama melalui luka gigitan. Oleh karena itu bangsa karnivora adalah hewan yang paling utama sebagai penyebar rabies. Penyakit rabies merupakan penyakit Zoonosa yang sangat berbahaya dan ditakuti karena bila telah menyerang manusia atau hewan akan selau berakhir dengan kematian. Mengingat akan bahaya dan keganasan terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif. 2.2 Penyebab Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi. Hewan ini menularkan infeksi kepada hewan lainnya atau manusia melaui gigitan dan kadang melalui jilatan. Secara patogenesis, setelah virus rabies masuk lewat gigitan, selama 2 minggu virus akan tetap tinggal pada tempat masukdan disekitrnya. Kemudian, virus akan bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterios tanpa menunjukan perubahan-perubahan fungsinya. Sesampainya di otak , virus akan memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron-neuron, terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbic, hipotalamus dan batang otak. Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral, virus kemudian bergerak kea rah perifer dalam serabut saraf eferen, volunteer dan otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hamper tiap organ dan jaringan di dalam tubuh dan berkembang biak dalam jaringan-jaringab seperti kelenjar ludah, ginjal, dan sebagainya. Banyak hewan yang bias menularkan rabies kepada manusia. Yang paling sering menjadi sumber dari rabies adalah anjing, hewan yang lainnya juga bisa menjadi sumber penularan rabies adalah kucing, kelelawar, rakun, sigung, dan rubah. Rabies pada anjing masih sering ditemukan di Amerika Latin, Afrika, dan Asia bahkan sekarang di Indonesia kasus rabie ini mulai muncul dan sudah banyak memakan korban. Ini disebabkan kareni tidak semua hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi untuk penyakit ini. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas atau rabies jinak. Pada rabies buas, hewan yang terkena tampak gelisah dan ganas, kemudian menjadi lumpuh dan mati. Pada rabies jinak, sejak awal telah terjadi kelumpuhan local atau kalumpuhan total. 2.3 Tahapan Penyakit Rabies Perjalanan penyakit Rabies pada anjing dan kucing dibagi dalam 3 fase yaitu : a. Fase Prodormal Hewan mencari tempat dingin dan menyendiri, tetapi dapat terjadi lebih agresif dan nervus, pupil mata meluas dan sikap tubuh kaku (tegang). Fase ini berlangsung selama 1-3 hari. Setelah fase prodormal dilanjutkan fase eksitasi atau bisa langsung ke fase paralisa. b. Fase Eksitasi Hewan menjadi ganas dan menyerang siapa saja yang ada di sekitarnya danmemakan barang yang aneh-aneh. Selanjutnya mata menjadi keruh dan selalu terbuka dan tubuh gemetaran, selanjutnya masuk fase paralisa. c. Fase Paralisa Hewan mengalami kelumpuhan pada semua bagian tubuh dan berakhir dengan kematian. Masa inkubasi dari penyakit ini adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Masa inkubasi penyakit rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10-14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun. Masa inkubasi biasanya paling pendek pada orang yang digigit pada kepala, tempat yang tertutup atau bila gigitan terdapat di banyak tempat. 2.4 Gejala Rabies Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi, tetapi masa inkubasinya sangat bervariasi dari 10 hari sampai 1 tahun. Pada 20% penderita, rabies dimulai dengan kelumpuhan pada tungkai bawah yang menjalar ke seluruh tubuh. Tetapi penyakit ini biasanya dimulai dengan periode yang pendek dari depresi mental, keresahan, tidak enak badan, dan demam. Keresahan akan meningkat menjadi kegembiraan yang tak terkendali dan penderita akan mengeluarkan air liur. Kejang otot tenggorokan dan pita suara bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Kejang ini terjadi akibat adanya gangguan pada daerah otot yang mengatur proses menelan dan pernafasan. Angin sepoi-sepoi dan mencoba minum air bisa menyebabkan kekejangan ini. Oleh karena itu penderita rabies tidak dapat minum. Karena hal inilah, maka penyakit ini kadang-kadang juga disebut hidrofobia (takut air). Pada salah satu sumber menyebutkan beberapa ciri-ciri dari korban yang telah terinfeksi virus rabies diamana korban tersebut akhirnya meninggal akibat terlambat mendapat pertolongan, yaitu : a. Keluar keringat yang deras b. Dada sakit seperti tertusuk-tusuk dan sakit c. Sesak nafas Beberapa minggu setelah digigit anjing, korban akan takut air dan angin namun sering menggigil dan kehausan. (Bali Post,2009) 2.5 Tanda-Tanda Penyakit Rabies Pada Hewan Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk : a. Bentuk ganas (Furious Rabies) Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda terlihat. Tanda-tanda yang sering terlihat :  Hewan menjadi penakut atau menjadi galak  Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi dapat menjadi agresif  Tidak menurut perintah majikannya  Nafsu makan hilang  Air liur meleleh tak terkendali  Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang, benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.  Menyerang dan menggigit barabg bergerak apa saja yang dijumpai  Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan  Ekor diantara 2 (dua)paha b. Bentuk diam (Dumb Rabies) Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi. Tanda-tanda yang sering terlihat :  Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk  Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak terlihat  Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka  Air liur keluar terus menerus (berlebihan)  Mati c. Bentuk Asystomatis Hewan tidak menunjukan gejala sakit Hewan tiba-tiba mati 2.6 Tindakan Terhadap Hewan Yang Menggigit Anjing, kucing, dank era yang yang menggigit manusia atau hewan lainnya harus dicurigai menderita Rabies. Terhadap hewan tersebut harus diambil tindakan sebagai berikut : a. Bila hewan tersebut adalah hewan peliharaan atau ada pemiliknya, maka hewan tersebut harus ditangkap dan diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Bila hasil observasi negative Rabies maka hewan tersebut mendapat vaksinasi rabies sebelum diserahkan kembali ke pemiliknya. b. Bila hewan yang menggigit adalah hewan liar (tidak ada pemiliknya) maka hewan tersebut harus dusahakan ditangkap hidup dan diserahkan kepada Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi dan setelah masa observasi selesai hewan tersebut dapat dimusnahkan atau dipelihara oleh orang yang berkenan, setelah terlebih dahulu diberikan vaksinasi Rabies. c. Bila hewan yang menggigit sulit untuk ditangkap dan terpaksa harus dibunuh , maka kepala hewan tersebut harus diambil dan segera diserahkan ke Dinas Peternakan setempat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. 2.7 Perundang-undangan Tentang Rabies Sejak tahun 1926 pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang rabies pada anjing, kucing, dank era yaitu Hondsdol heid Ordonantie Staatblad No. 452 tahun 1926 dan pelaksanaannya termuat dalam Staatblad No. 452 tahun 1926. Selanjutnya ordonantie tersebut mengalami perubahan/penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Misalnya, di DKI Jakarta terdapat SK Gubernur No. 3213 tahun 1984 tentang Tatacara Penertiban Hewan Piaraan Anjing, Kucing, dan Kera di wilayah DKI Jakarta yang antara lain berisi : a. Kewajiban pemilik hewan piaraan untuk memvaksinasi hewannya dan menggantungkan peneng tanda lunas pajak. b. Menangkap dan menyerahkan hewannya apabila menggigit orang untuk diobservasi. c. Hewan yang dibiarkan lepas dan dianggap liar atau tersangka menderita rabies akan ditangkap oleh petugas penertiban. Berhasil tidaknya usaha pengendalian penyakit rabies sangat erat hubungannya dengan kesadaran, pengetahuan dan partisipasi dari semua masyarakat. 2.8 Pencegahan Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus atau segera seteleh terjangkit. Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan kepada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu : • Dokter hewan • Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi • Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang terjangkit rabies dimana banyak anjing ditemukan • Para penjelajah gua kelelawar Vaksinasi memberikan perlindungan seumur hidup. Tetapi kadar antibody akan menurun, sehingga orang yang berisiko tinggi terhadap penyebaran selanjutnya harus mendapat dosis buster vaksinasi setiap 2 tahun. 2.9 Pengobatan  Jika segera dilakukan tindakan pencegahan yang tepat. Maka seseorang yang digigit hewan yang menderita rabies kemungkinan tidak akan menderita rabies. Orang yang digigit kelinci dan hewan pengerat (termasuk bajing dan tikus)tidak memerlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut jarang terinfeksi rabies. Tetapi bila digigit binatang buas (sigung, rakun, rubah, dan kelelawar) diperlukan pengobatan lebih lanjut karena hewan-hewan tersebut mungkin saja terinfeksi rabies.  Tindakan pencegahan yang paling penting adalah penanganan luka gigitan sesegera mungkin. Daerah yang digigit dibersihkan dengan sabun, tusukan yang dalam dosemprotkan dengan air sabun. Jika luka telah dibersihkan, kepada pemberita yang belum pernah mendapatkan imunisasi dengan vaksin rabies diberikan suntikan immunoglobin rabies, dimana separuh dari dosisnnya disuntikkan di tempat gigitan.  Jika belum pernah mendapatkan imunisasi, maka suntikan vaksin rabies diberikan pada saat digigit hewan rabies dan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28. Nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan biasanya bersifat ringan. Jarang terjadi reaksi alergi yang serius, kurang dari 1 % yang mengalami demam setelah menjalani vaksinasi.  Jika penderita pernah mendapatkan vaksinasi, maka risiko menderita rabies akan berkurang, tetapi luka gigitan harus tetap dibersihkan dan diberikan 2 dosis vaksin (pada hari 0 dan 2)  Sebelum ditemukannya pengobatan, kematian biasanya terjadi dalam 3-10 hari. Kebanyakan penderita meninggal karena sumbatan jalan nafas (asfiksia), kejang, kelelahan, atau kelumpuhan total. Meskipun kematian karena rabies diduga tidak dapat dihindarkan, tetapi beberapa orang penderita selamat. Mereka dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk diawasi terhadap gejala-gejala pada paru-paru, jantung, dan otak. Pemberian vaksin maupun immunoglobulinrabies tampaknya efektif jika suatu saat penderita menunjukkan gejala-gejala rabies. 2.10 Tips Bila Digigit Anjing • Cuci luka gigitan itu dengan air mengalir dan sabun kurang lebih 10-15 menit. Mencuci luka gigitan dengan air dan sabun bisa menghilangkan setidaknya 92% virus rabies. • Setelah itu baru ketempat kesehatan terdekat untuk meminta perawatan lebih lanjut dan mendapatkan VAR (vaksinasi anti rabies) • Jangan langsung ke tempat kesehatan setelah digigit anjing karena itu memberikan waktu untuk virus masuk dalam tubuh. Jadi ditekankan agar mencuci luka segera setelah digigit. • Usahakan untuk menangkap anjing tersebut dan kurungatau diikat untuk memastikan apakah anjing tersebut menderita rabies atau tidak. Jika anjing mati dalam rentang waktu kurang lebih 10 hari setelah menggigit, maka dipastikan anjing tersebut tertular rabies. • Untuk VAR dilakukan selam 3 kali yaitu : - Pertama, saat digigit - Kedua, seminggu setelah digigit - Ketiga, tiga minggu setelah digigit Apabila anjing telah dibunuh atau mati setelah menggigit, maka VAR harus dijalani secara penuh. Dengan pelaksanaan VAR secara lengkap, maka pertahanan tubuh untuk rabies yang dibentuk oleh vaksin akan maksimal, jika setengah-setengah maka pertahanan tubuh yang terbentuk juga tidak maksimal. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Rabies merupakan penyakit menular yang mematikan yang ditularkan oleh hewan melalui gigitannya. Virus rabies banyak terkandung dalam kelenjar liur hewan yang telah terinfeksi virus ini sehingga gigitannya inilah yang sangat berbahaya. Bila tergigit, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah mencuci daerah gigitan tersebut dengan sabun dan pada air yang mengalir untuk meminimalkan virus yang masuk ke pembuluh darah. Setelah itu barulah dibawa ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara bertahap agar kita tidak terinfeksi virus rabies ini. 3.2 Saran Bila memiliki binatnag peliharaan baik itu anjing, kucing, burung atau lain sebagainya, hendaknya selalu menjaga kebersihan hewan tersebut dan bawalah hewan peliharaan anda ke dokter hewan untuk mendapatkan vaksinasi. DAFTAR PUSTAKA http://www.jakarta.go.id/_jakpus/Ternak/Rabies.htm ( diakses pada tgl 21-09-2009 ) http://www.anjingkita.com/wmview.php?ArtID=754 ( diakses pada tgl 21-09-2009 )
untuk lebih lengkap dan tampilan bagus bisa melalui frame dibawah ini

Cara Verval SIMPKB 2017

Salam hangat para guru se-Indonesia, melalui postingan ini kami kembali sharing tentang cara verval guru di situs simpkb, karena banyaknya g...