Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum 2013. Show all posts

Friday, April 25, 2014

TIK Sebagai Media Pembelajaran di Kurikulum 2013

Pada kurikulum 2013 dimana TIK sudah tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, tetapi menajdi sebuah media pembelajarn, sehingga guru dituntut untuk bisa menggunakan komputer.

Komputer TIk harus benar-benar dimanfaatkan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Contohnya membuat presentasi menggunakan powerpoint, membuat video media pembelajaran menggunakan movie maker dan membuat soal menggunakan quiz creaotr atau aplikasi sejenisnya.

Dari segi minat peserta didik sudah pasti akan merasa betah dan termotivasi akan adanya media pembelajaran berbasis komputer,  dimana sebelummya mungkin mengerjakan soal menggunakan lembaran kerta, kini bisa menggunakan komputer dalam menjawab pilihan ganda.

Sehingga pada penerapan TIK sebagai media pembelajaran, guru-gurus harus lebih kreatif dan sudah pasti akan dituntutuntuk tahu menggunakan komputer, setidaknya yang membuat soal-soaln yang berbasis flash maupun dikerjakan di power point, denganfitur visual basicnya.
 
SALAM DARI GURU TIK SMP NEGERI 1 BONTOSIKUYU

Wednesday, June 12, 2013

Kurikulum 2013 Siap Diimplementasikan Pada Sekolah-Sekolah

Kurikulum baru yakni kurikulum 2013 kini siap diimplementasikan ke sekolah-sekolah diseluruh Indonesia. Kurikulum ini akan berlaku pada tahun pelajaran 2013/2014 yang tidak lama, sekitar pertengahan bulan juli 2013.

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi kurikulum 2013 ini, mulai dari kesiapan sekolah, ketersediaan buku pelajaran, serta keadaan guru yang memadai. Menurut surat mendikbud tentang himbauan implementasi yang telah dikirim ke semua kepala dinas di seluruh indonesia agar memperhatikan kesiapan sekolah masing-masing.

Dan juga melalui surat tersebut, dihimbau kepada para kepala dinas, agar mendata sekolah yang ingin mendaftar untuk kurikulum 2013 ini, sebelum tanggal 15 Juni 2013. Bisa melalui email ke setwamendik@kemdikbud.go.id.


Untuk informasi lebih lanjut tentang pengaplikasian kurikulum 2013, bisa dilihat langsung melalui situs resmi kemendiknas di alamat kurikulum.kemdikbud.go.id.


Friday, January 18, 2013

Tanggapan Guru TIK Dibeberapa Komentar di Website

Ternyata bukan hanya saya yang kwatir terkait akan dihapusnya mapel TIK dalam kurikulum 2013, tetapi banyak guru TIK diseluruh pelosok negeri ini yang sangat-sangat tidak setuju dengan penghapusan mapel TIK karena alasan penghapusan yang tidak logis.

TIK merupakan mapel yang baru saja diadakan oleh pemerintah, dan anak-anak tentunya sudah terbiasa dengan pelajaran ini. Koq mau dihapus begitu saja. Apa-apaan ini, apa karena ada ajang bisnis lagi dalam kasus ini. Wallahu a'lam.

Dibawah ini merupakan curahan hati guru TIK dari berbagai pelosok negeri yang berhasil kami rampung dari kunjungan ke beberapa blog yang ada. Mudah-mudahan curahan para guru TIK bisa didengar oleh pak menteri pendidikan untuk bisa mempertimbangkan lagi keputusan tentang mapel TIK yang tidak ada berdiri sendiri tetapi menjadi sebuah media pembelajaran dalam kurikulum 2013 yang akan diberlakukan sebentar lagi.

Kepada PB PGRI saya mohon moderasi kepada pihak PGRI tentang nasib guru TIK yang ada di SMP, agar pa Menteri M. Nuh memberi penjelasan tentang guru TIK yang tersertifikasi di tingkat SMP bagaimana nasibnya, mau dikasih ngajar apa? Dan bagaimana dengan sertifikasinya bisa cair tidak?

Demikian, kepada PB PGRI mohon moderasinya kepada pa Menteri M. Nuh. dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih. 
by Sandika

_______________________________________________________

cukup banyak guru TIK SMP yang akan kehilangan jam mengajar. Mohon PB PGRI menyampaikan keluhan kami kepada bapak menteri agar kemdkbud memberikan jawaban atas masa depan guru TIK pasca dihapusnya mapel TIK pada kurikulum 2013. Terima kasih bapak ketua umum PB PGRI atas bantuannya.by Adi

_______________________________________________________
saya sebagai guru tik SMP jg TIDAK SETUJU jika mapel TIK dihilangkan, di tempat kami siswa kelas 7 msh banyak yng blum pernah memakai atau hanya sekedar menggunakan mouse dan keyboard, dan rata2 baru 2-3 siswa perkelas yang di rumahnya memiliki komputer atau laptop. Klo seperti itu bagaimana TIK mau di integrasikan ke mapel lain?bukannya malah menghambat?

sedangkan sewaktu kami mengadakan praktek TIK di lab siswa-siswi kami sangat antusias sekali dalam mengikutinya, dan saya rasa mapel TIK sangat penting sekali untuk diadakan atau berdiri sendiri, karena emang PERKEMBANGAN ZAMAN yang menuntut materi TIK harus berdiri sendiri.


dan kalo mapel TIK dihilangkan banyak sekali guru yang terlantar dan masa depan kami masih ?...

Tolong sampaikan ke mentri P. M. Nuh, Terima kasih bapak ketua umum PB PGRI atas bantuannya.
by akro
________________________________________________________
Kasihan ya nasib guru TIK SMP terombang ambing oleh kurikulum, dulu awal muncul TIK semua diminta menyesuaikan , sekarang berubah menjadi Prakarya apa juga harus menyesuaikan lagi ? sampai kapan? by Ariks
________________________________________________________
aku yang termasuk menjadi korban. tapi aku berharap ada penyelesaian yang bijak dari pemerintah. artinya tidak ada yang dirugikan. by Anomin
________________________________________________________
Guru TIK ya tetap jadi abdi negara dan abdi masyarakat dg mengajar mapel lain. Gimana ya dg TPP-nya? Tapi yg lebih penting gimana nasib peserta didik, mereka sangat membutuhkan materi TIK (khususnya komputer dan internet)secara benar dan "sehat". Tanpa diberikan secara khusus mana mungkin kalau hanya mengandalkan sebagai media mapel lainnya, apa sesederhana itu. Kita tahu sejauh mana kedalaman dan keluasan materi TIK dengan perkembangannya yg begitu pesat. Sedangkan kenyataannya ini banyak guru mapel lain yang tidak menguasai TIK. Yg realistis donk!!!by kangno
________________________________________________________
Dahulu SMP wajib ada mapel TIK padahal gurunya belum ada, dengan susah payah guru matematika, PKn,IPS, Elektro (seperti saya) belajar TIK setelah mulai menguasai, pemerintah banting setir TIK dihilangkan. Inilah nasib guru TIK seperti setir tarik kanan tarik kiri akhirnya dibuang.by anonim
________________________________________________________
Terus bagaimana nasib sertifikasi TIK SMP..? Pemerintah plin plan, iya memang terintegrasi ke mapel lainnya, tapi apakah semua guru mampu menguasai TIK..? Orang hampir 90% Guru di Indonesia GAPTEK. by marhadi saja
________________________________________________________
Menurut saya pelajara TIK itu masih diperlukan bagi peserta didik, sebab tidak mungkin guru mata pelajaran lain harus juga mengajarkan cara-cara menggunakan komputer beserta penggunaan aplikasinya.by Agus Efendi Sosiawan, S.Pd
________________________________________________________
Pupus sudah harapan generasi Indonesia menyaingi malaysia untuk membuat Upin dan Ipin. Karena kelak generasi kita tidak akan bisa membuatnya karena tidak memiliki dasar pengetahuan komputer, sebenarnya banyak bakat-bakat muda pinter gambar dan desain, tapi mereka tidak bisa komputer karena TIK akan dihapus dari kurikulum, kata mereka (Pemerintah) Bisa komputer karena biasa (tanpa pelajaran TIK), tapi dalam lingkungan kami bisa karena terpaksa, setelah dipaksakan baru mereka mengerti Kehebatan Komputer. ditambah PGRI tinggal diam... Nasib siapa yang jadi korban? guru TIK atau generasi tanpa TIK ? menurutku kita semua jadi korban..by Tutorial Pemula
________________________________________________________

Dan masih banyak lagi curahan lain, yang tidak dapat ditampilkan semuanya. Semuanya sungguh menyesalkan keputusan pak menteri yang dianggap tidak realistis. Komentar diambil di http://griyokulo.blogspot.com/2012/11/tik-jadi-media-pembelajaran-smp.html#.UPjtNMjiHIU dan http://www.pgri.or.id/forum/6-profesi-pendidik-dan-tenaga-pendidikan/47-nasib-guru-tik-smp.html?format=html , dan masih banyak web lain yang nadanya serupa yaitu tidak dan tidak dan tidak setuju akan penghapusan mapel TIK.

Sunday, January 13, 2013

Sulitnya Kurikulum 2013 Diimplementasikan

Banyak yang meragukan bahwa Kurikulum 2013 akan mampu mendatangkan perubahan yang lebih baik bagi sistem pendidikan nasional. Bahkan ada yang mensinyalir bahwa kurikulum baru ini pun nantinya tidak akan berumur panjang. Kurikulum 2013 dinilai dirumuskan secara tergesa-gesa (walau pemerintah mengklaim telah menyiapkannya sejak 2010) dan tidak melalui pengkajian yang benar-benar mendalam. Lagipula, berkaca pada pengalaman yang sudah-sudah, perubahan kurikulum selalu berujung pada kegagalan mencapai apa yang diharapkan sehingga kemudian diputuskan bahwa kurikulum harus kembali berubah.

Oleh karena itu, jika akhirnya Kurikulum 2013 tetap akan diberlakukan sesuai dengan hasrat pemerintah, kita harapkan jangan ada lagi kata perlu perubahan kurikulum akibat gagalnya kurikulum baru ini di masa yang akan datang.

Ada yang menekankan bahwa seharusnya pemerintah lebih fokus pada usaha memperbaiki kualitas guru dibandingkan mengutak-atik kurikulum. Menurut mereka, sebagus apapun kurikulum yang disiapkan, jika pelaksana di lapangan, yaitu para guru, tidak memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya dengan baik, maka kualitas yang diharapkan akan tetap saja hanya jadi angan-angan. Selama ini pemerintah dinilai kurang melakukan pembinaan terhadap para guru. Pelatihan sangat minim. Sehingga sebagian besar guru cukup mengajar hanya dengan pengetahuan seadanya. Ditambah lagi dengan kondisi kesejahteraan para guru, terutama yang honorer, yang dinilai masih jauh dari ketegori layak. Memang perhatian pemerintah terhadap guru masih jauh dari kata cukup. Ini terutama jika dibandingkan dengan beban besar yang dipikul oleh mereka dalam usahanya mencerdaskan anak bangsa.

Terkait dengan kemampuan para guru di lapangan inilah, banyak pihak yang meragukan bahwa Kurikulum 2013 akan berhasil. Mengapa? Kurikulum 2013 berangkat dari konsep yang kedengarannya sangat bagus. Terutana dalam hal pengintegrasian beberapa pelajaran ke pelajaran yang lain. Di tingkat SD, misalnya, mata pelajaran IPA dan IPS tidak lagi menjadi pelajaran yang berdiri sendiri. IPA, begitu kata pemerintah, akan diintegrasikan atau menjadi bahan bahasan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan IPS masuk ke dalam bahasan PPKn. Demikian juga dengan mata pelajaran Muatan Lokal (mulok) yang akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran Seni Budaya dan Penjasorkes. Metode yang digunakan dalam pengintegrasian ini disebut tematik integratif, katanya. Sebuah konsep yang sebenarnya sudah muncul sejak Kurikukum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2004. Apakah ini konsep yang mudah dipahami? Kami rasa tidak!

Pemerintah mungkin punya anggapan bahwa para guru di lapangan akan dengan mudah memahami konsep pengintegrasian semacam itu. Tapi anggapan ini terlalu bersifat optimistik. Dalam kenyataannya akan ada banyak guru yang mengalami kebingungan. Pemahaman, tingkat kesiapan, dan juga pengetahuan yang ada pada guru sangat beragam. Apalagi jika dikaitkan dengan dikotomi kota dan daerah (terpencil). Dikhawatirkan akan terjadi banyaknya materi suatu pelajaran yang terabaikan. Mata pelajaran IPA mungkin akan tercecer dan terbaikan akibat guru kurang memahami bagaimana mengintegrasikannya kedalam Bahasa Indonesia ataupun Matematika. Juga IPS mungkin hanya tersentuh sedikit saja ketika ia menjadi bagian dari PPKn. Hei, bukankah materi Bahasa Indonesia, Matematika, dan juga PPKn demikian banyaknya? Bagaimana guru mengatur porsinya? Dikhawatirkan anak-anak akan mengalami pemiskinan pengetahuan yang bersifat science yaitu IPA dan IPS. Padahal dua mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk kemajuan bangsa. Anehnya, pemerintah malah menyebut kurikulum 2013 SD berbasis science! Dimana letak science-nya jika dua mata pelajaran penting science malah menjadi bagian mata pelajaran lain? Tidak Berdiri Sendiri.???

Bagi kami sendiri, untuk tingkat SD, lebih masuk akal jika PPKn yang diintegrasikan kedalam IPS. Dan itu lebih mudah dipahami. Kita tahu bahwa Pancasila dan kewarganegaraan (civic) seharusnya merupakan bagian dari ilmu sosial. Pembahasan mengenai Pancasila tidak perlu begitu detil sampai melahirkan buku yang begitu tebal (seperti yang selama ini terjadi). Cukup saja dikenalkan bahwa ideologi negara kita adalah Pancasila, siapa pencetusnya, dan nilai-nilai utama (cukup yang utama, tidak perlu bertele-tele) yang terkandung di dalamnya. Termasuk kewarnegaraan, cukup saja materi yang membuat anak paham tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik.

Bahasa Indonesia, menurut kami, adalah media. Ya, bahasa adalah media. Ia menjadi media pengajaran untuk setiap mata pelajaran. Mengapa tidak Bahasa Indoensia saja yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain? Bahkan ia bisa masuk ke pelajaran manapun. Dalam membuat laporan, membuat paparan, bahkan dalam presentasi lisan pun, bahasa Indonesia bisa masuk. Bukankah ini masuk akal? Jika sudah begini IPA dapat diselamatkan dan bahasa Indonesia tidak kehilangan porsi.

Untuk tingkat SMP dan SMA, Kurikulum 2013 juga menimbulkan keraguan dan tanda tanya. Bagaimana tidak, pemerintah mengklaim bahwa TIK akan menjadi media untuk setiap mata pelajaran lain sehingga tak perlu lagi menjadi pelajaran yang berdiri sendiri. Ini sangat kontroversial! Lagi-lagi pemerintah menilai secara keliru perihal kemampuan para guru. Pemerintah beranggapan bahwa semua guru sudah menguasai perangkat TIK. Padahal dalam prakteknya, masih banyak guru yang asing dengan perangkat teknologi canggih ini. Kedengarannya memang mudah dan bagus bahwa setiap guru mata pelajaran akan menggunakan perangkat TIK. Tunggu saja sampai para guru kebingungan bagaimana mengimplementasikan Kurikulum 2013 SMP/SMA dimana TIK harus menjadi media pembelajaran. Jangan-jangan yang terjadi adalah metode kembali ke metode lama sedangkan TIK jauh tidak tersentuh. Alamat kegagalan bagi Kurikulum 2013.

Selain tingkat penguasaan perangkat TIK oleh para guru yang masih dalam taraf belum siap, kemampuan sekolah pun dalam menyediakan perangkat TIK masih sangat beragam. Memang ada banyak sekolah yang cukup kaya sehingga kepemilikan perangkat TIK cukup lengkap. Tapi sebagian besar sekolah, terutama di daerah, masih minim fasilitas TIK-nya. Jangan heran jika dikatakan ada sekolah tingkat SMP atau SMA yang hanya punya lima atau tujuh komputer di laboratorium komputernya. Masih banyak sekolah yang belum punya akses internet. Masih banyak yang hanya punya satu atau dua proyektor, atau bahkan tidak memilikinya. Seperti halnya di sekolah kami SMP Negeri 1 Bontosikuyu, dengan perangkat komputer seadanya didukung dengan koneksi internet yang juga seadanya para siswa sangat antusias didalam melaksanakan pembelajaran tersebut, nah bagaimana jika jika TIK sudah dihilangkan?? SIswa yang gaptek akan tetap GAPTEK selamanya jauh tertinggal oleh siswa yang umumnya tinggal di Kota. Inilah sebenarnya kesalahan pemerintah selalu saja mengambil standar pendidikan wilayah perkotaan, tidak memikirkan sekolah-sekolah yang terpencil seperti sekolah kami.

Mari kita buat pengandaian. Jika sebuah sekolah teridiri dari 9 kelas dengan masing-masing tingkat, 3 kelas, menurut kami sekolah tersebut harus memiliki minimal 3 sampai 4 proyektor. Ini minimal. Dengan pengandaian bahwa pemakaian proyektor dilakukan secara bergiliran. Idealnya adalah sebanyak kelas. Proyektor ini penting karena Kurikulum 2013 menekankan pada, salah satunya, presentasi atau paparan dan juga berbasis TIK. Belum lagi komputer pendukung untuk setiap kelas. Ditambah lagi dengan beban listrik yang mau tak mau harus tambah daya. Apakah semua sekolah siap dengan semua ini? Kami sangat meragukannya.

Paparan ini tidak mengungkapkan semua dari kelemahan-kelemahan Kurikulum 2013 yang menjadikannya akan sulit diimplementasikan. Kuikulum 2013 mungkin memang bagus, tapi hanya jika para pelaksana di lapangan dan juga fasilitas yang dimiliki sekolah telah siap mengakomodasinya. Sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah di masa yang akan datang, bukan kurikulum yang harus terus menerus diubah, tapi pembinaan para guru (termasuk kesejahteraannya) dan melengkapi sarana prasarana sekolah (termasuk sekolah swasta) harus lebih mendapat perhatian. Selama ini, ada banyak guru yang cenderung dianaktirikan dan kurang mendapat perhatian, yaitu guru-guru di daerah (terpencil) dan guru-guru honorer. Juga ada banyak sekolah yang sangat jarang, atau bahkan tidak pernah sama sekali mendapat bantuan. Pemerintah semestinya bersikap adil dengan tidak memiliah-milah dan memilih-milih mana sekolah yang harus diutamakan dan mana yang dinomorduakan.

Juga tak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah sistem rekrutmen PNS guru yang harus segera dibenahi. Profesionalitas tidak akan tumbuh dari sistem seleksi yang penuh kecurangan dan penuh cacat. Ini jika pemerintah menginginkan guru yang benar-benar berkualitas dengan kemampuan cukup memadai dan sesuai harapan.

Tuesday, January 8, 2013

Nasib Guru TIK Untuk Kurikulum 2013

Bukan lagi wacana yaitu Mapel TIK pada kurikulum 2013 akan dihapus, karena sudah pasti. Selagi keputusan menteri pendidikan tidak diubah sesuai tabel yang berhasil saya ambil melalui situs resmi kemdiknas dibawah ini.


Itulah diatas gambar kurikulum 2006 yang sedang diterapkan sekarang ini dan kurikulum 2013 yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2013/2014 Juli 2013 mendatang.

Dari gambar diatas sudah jelas bahwa mapel TIK sudah dihapus untuk kurikulum 2013. Lantas bagaimana nasib Guru TIK ??? Guru yang sertifikasi TIK?? Bagaimana juga PT yang baru menyelenggarakan prodi khusus guru TIK sepertihalnya di FT-UNM Makassar??? Bagaimana pula nasib mahasiswa-mahasiswa yang tengah berjuang di prodi TIK meraih gelar S.Pd.??

Alasan penghapusan mapel TIK yaitu kalau TIK itu sudah menjadi bagian dari semua bidang yang harus sudah diketahui oleh setiap siswa. Saya sendiri sebagai Guru TIK tidak 100% membenarkan alasan ini, TIK bukan merupakan praktek saja, tetapi memiliki teori yang mutlak diketahui. Menurut saya, bahkan TIK saat ini masih dan sangat dibutuhkan oleh siswa SMP mengingat semua hal sekarang ini sudah serba mencakup teknologi, jadi sangat perlu mengajarkan hal-hal yang berbau teknologi kepada siswa-siswa khususnya siswa SMP,, agar nantinya mereka berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi tidak Gaptek lagi.

Dilain sisi, saat ini dunia pendidikan khususnya menuntut adanya pengiriman data langsung dari sekolah ke pusat nah itu semua TIK lah yang berperan. Ujian Guru Bersertifikat juga semuanya menggunakan TIK, pasti sudah tahu semua tingkat keberhasilan ujian sertifikasi sangat minim, yahh karena jaman guru yang bersertifikat itu belum belajar TIK. Sehingga untuk memperbaiki hal tersebut maka dipandang perlu Peserta Didik sekarang ini diajarkan mapel TIK.

Sebenarnya masih banyak hal yang menjadi alasan terhadap penghapusan TIK yang tidak seharusnya dilakukan. Karena telah merugikan banyak Pihak. Nah kalaupun pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan masih tetap pada penghapusan Mapel TIK, yahhh kini saatnya pindah jurusan, ikhlaskan saja, mungkin berganti profesi jadi Guru Matematika, Fisika, dll. Ataukah bisa menjadi kepala Laboratorium Komputer untuk melayani siswa-siswa yang melakukan praktek meskipun praktek tidak berhubungan TIK, dan pastinya kita akan kewalahan untuk mengajari tiap-tiap siswa, diajarkan saja TIK masih dipandu prakteknya, apalagi sudah langsung praktek tanpa pengetahuan TIK secara langsung. Hmmmm payah deh jadi Guru TIK.




Cara Verval SIMPKB 2017

Salam hangat para guru se-Indonesia, melalui postingan ini kami kembali sharing tentang cara verval guru di situs simpkb, karena banyaknya g...