Showing posts with label Dunia Hewan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Hewan. Show all posts

Wednesday, July 18, 2012

Dunia Hewan : Kunang-kunang, keajaiban lampu flip-flop

Dunia Hewan : Kuda Laut, Pejantan Yang Melahirkan
Jauh sebelum Thomas Alva Edison menemukan bola lampu listrik, kunang-kunang telah memiliki lampu flip-flop di dalam tubuhnya. Sistem kerja lampu tersebut sangat unik. Para ahli mengatakan bahwa hewan ini mengubah makanan menjadi energi listrik yang kemudian disalurkan ke lampu yang merupakan perutnya. Dengan kata lain, listrik yang muncul itu bukan berasal dari generator pembangkit listrik.

Lampu kunang-kunang menyala melalui saklar otomatis yang digerakkan oleh otak bawah sadar kunang-kunang. Aliran listrik positif bertemu dengan arus negatif sehingga timbul percikan. Percikan tersebut dikelola dalam sistem pencahayaan, sehingga menjadi kedipan cahaya yang cukup terang. Hebatnya, kunang-kunang mencapai efisiensi maksimum dan hampir tidak kehilangan energi sama sekali.

Meskipun kunang-kunang menghasilkan cahaya, tetapi tubuhnya tidak terpengaruh oleh panas dari cahaya ini. Padahal berdasarkan teori, setiap proses yang menghasilkan cahaya dalam teknologi masa kini juga menghasilkan panas yang dipancarkan keluar sebagai energi termal. Serangga ini menghasilkan sejenis cahaya yang disebut “cahaya dingin” dengan struktur tubuh yang istimewa untuk menghasilkan cahaya tersebut.

Cahaya yang dipancarkan tubuh kunang-kunang berfungsi untuk saling mengenali atau memberi tanda kawin. Binatang ini menggunakan panjang gelombang sinar yang berbeda, tergantung pada spesiesnya. Pada beberapa spesies, kunang-kunang jantan yang mula-mula menyorotkan sinar untuk menarik sang betina, sedangkan pada spesies lainnya, sang betina yang memanggil dengan cahaya di tubuh mereka.

Kelemahan dari sistem pencahayaan kunang-kunang adalah mereka tidak dapat mematikan cahaya tersebut setiap saat. Lampu ini akan menyala setelah malam menyelimuti bumi dan akan mati dengan sendirinya setelah terang. Lampu ini akan terus berfungsi hingga kehidupan kunang-kunang berhenti.

Dunia Hewan : Kuda Laut, Pejantan Yang Melahirkan

Dunia Hewan : Kuda Laut, Pejantan Yang Melahirkan
Aspek yang paling unik dari kuda laut adalah pejantannya yang melahirkan anak, bukan betina. Kuda laut jantan memiliki kantong perut yang besar dan membuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Dalam prosesnya, kuda laut betina meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantong perut kuda laut jantan yang sekaligus membuahi telur tersebut. Lapisan dalam kantong perut berbentuk seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah yan penting untuk memberi makan telur. Satu atau dua bulan kemudian, kuda laut jantan akan melahirkan telur-telur tersebut.

Tubuh kuda laut ditutupi oleh semacam baju zirah dari tulang yang sangat kuat untuk melindungi mereka dari segala jenis bahaya. Bahkan, meskipun kuda laut sudah mati dan mengering, baju zirah ini tidak mudah dihancurkan dengan hanya menggunakan tangan. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan dapat menganggukkan kepala ke atas dan bawah, tapi tidak bisa menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan. Cara berenang kuda laut dipengaruhi oleh sistem yang sangat khusus. Mereka bergerak naik-turun di dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantong renangnya.

Dunia Hewan : Kiwi, Keadilan Gender

Dunia Hewan : Kiwi, Keadilan Gender
Kiwi merupakan sejenis burung yang tidak bisa terbang yang berasal dari Selandia Baru. Kiwi tinggal di dalam lubang akar pohon besar. Makanan kesukaan hewan ini adalah cacing tanah, serangga tanah, buah-buahan semak dan hewan kecil yang berbau. Umumnya, bulu kiwi berwarna abu-abu atau hitam kecokelatan dengan mata berwarna merah kecokelatan. Tinggi badannya sekitar 45 cm dan tubuhnya bisa tumbuh hingga seukuran ayam dena=gan bobot 2-5 kg.

Burung yang hidupnya noctural ini tidak mempunyai ekor dan sayapnya sangat kecil, dengan paruh lancip dan tajam. Kiwi biasa mencari makan pada malam hari. Itulah yang membuat burung ini jarang terlihat oleh manusia. Di ujung paruhnya terdapat indra pengecap makanan. Pada saat tidur, kiwi melipat paruh dan kepalanya ke dalam, kemudian menutupinya dengan bulu-bulunya.

Konon, burung ini bisa hidup selama 20 tahun. Kiwi juga adalah hewan yang sangat setia pada pasangannya. Hanya anehnya, sang betina lebih dominan dalam perkawinan. Telur burung kiwi bisa mencapai 25% berat tubuh induknya, jauh lebih berat dibandingkan burung unta yang beratnya hanya 2% dari berat tubuh induknya bayi manusia yang hanya 5% dari berat ibunya. Sekali bertelur, kiwi bisa mengeluarkan 2 butir telur. Ukuran telurnya cukup besar dengan panjang 12,5 cm dan berat 0,5 kg. Telur ini kemudian dierami selama 75-80 hari.

Kiwi sangat adil dalam pembagian tugas. Dalam masa berbiak, energi sang betina sebagian besar akan dihabiskan untuk mengeluarkan telur. Oleh karena itu, pekerjaan slebihnya dilakukan oleh pejantan, termasuk urusan merapikan sarang dan mengerami telur. Setelah lahir, induk jantan akan menemani si kecil mencari makan.

Dunia Hewan : Kecoa, binatang purba paling siap menghadapi radiasi nuklir

Dunia Hewan : Kecoa, binatang purba paling siap menghadapi radiasi nuklir
Berikut adalah beberapa keunggulan dan keajaiban kecoak yang membuat hewan ini tetap bertahan selama bertahun-tahun, dan akan tetap hidup bahkan jika terjadi perang nuklir sekalipun :

Tahan banting
Kecoak adalah serangga yang tahan banting. Selama tubuhnya tidak hancur remuk, kecoak akan tetap hidup walaupun menderita luka. Saat dibanting, kecoak akan diam seperti mati, tapi setelah itu ia kan melarikan diri. Ketahanan tubuhnya terhadap benton disokong oleh lapisan pelindung di sekujur tubuhnya, persis seperti baju besi para ksatria tempur abad pertengahan.

Mampu hidup tanpa kepala
Kecoak mampu bertahan hidup meski kepalanya sudah terputus dari badan. Hilangnya kepala hanya menyebabkan kecoa kehilangan arah dan tidak bisa makan yang menyebabkannya mati kelaparan dalam waktu 30 hari setelah kepalanya terputus. Artinya, jika tubuhnya mendapat nutrisi dari jarum infus, ia akan tetap hidup. Kecoak tidak butuh kepala untuk bernapas, tidak harus memakai otak sebagai alat pengendali gerak tubuhnya, dan kehilangan kepala juga tidak membuatnya kehabisan darah.

Mampu hidup di luar angkasa
Kecoak Afrika merupakan salah satu kecoak yang mempunyai keistimewaan khusus, yaitu bisa hidup di daerah yang sangat ekstrim hingga minus 150 oC dan suhu yang panas sekitar 60 0C. Seorang wakil presiden akademi ilmu pengetahuan Rusia, Anatoly Grigoryev, mengatakan, “ Kecoak mampu hidup selama 18 bulan di stasiun luar angkasa dan diperkirakan bisa hidup di planet yang dihuni oleh alien.”

Tahan radiasi nuklir
Penelitian di Iowa University, AS, menyebutkan bahwa desain fisik kecoak membuat hewan ini mampu bertahan dari radiasi hingga 105.000 rems (manusia hanya tahan terkena radiasi kurang dari 800 rems). Sistem sel kecoak membelah hanya pada saat siklus molting, sekitar sekali seminggu. Karan itu kecoak bersifat sensitif pada radiasi hanya 48 jam atau seperempat minggu. Sedangkan manusia memiliki darah dan immune stem-cell yang membelah secara konstan. Dengan adanya radiasi bom buklir, semua manusia akan mati, sedangkan kecoak hanya seperempat yang akan bertahan hidup.

Inspirator manusia
Keajaiban tubuh kecoak menarik perhatian para peneliti. Meski manusia belum menemukan kecanggihan sekelas teknologi kecoak, tetapi sistem senso-motorik hewan ini sudah mulai ditiru untuk berbagai kegunaan praktis. Para ahli robotik berusaha mengembangkan robot yang memiliki dua sistem sensorik independen. Terapan senso-motorik buatan ini digunakan untuk teknologi mobil sampai ke robot penjelajah untuk misi ke luar angkasa.
Peneliti robotik di Universitas Case Western di Cleveland Ohio, AS, Daniel Kingsley, Roger Quinn dan Roy Ritzman menunjukkan bahwa dengan meniru sistem ganda saraf kecoak, terbukti robot menjadi lebih andal. Robot berbentuk mobil atau rover seperti penjelajah Mars akan mengalami kesulitan besar jika salah satu rodanya macet atau sistem pengendaliannya rusak. Dengan meniru sistem saraf motorik kecoak, hambatan semacam itu tidak akan menjadi masalah lagi.

Kecoak sebagai bagian penting ekosistem yang akan tetap ada
Kecoak seolah diciptakan untuk menjadi makanan banyak predator serangga. Para predator akan kelaparan jika kecoak musnah. Inilah salah satu alasan mengapa kecoak dibekali kemampuan survive luar biasa. Bahkan sistem tubuhnya dengan cepat bisa mengantisipasi racun pembasmi serangga. Ada fakta yang menunjukkan bahwa kecoak-kecoak yang selamat dari insektisida akan “berdamai” dengan racun yang tersisa di tubuh mereka. Setelah berhasil menjinakkan racun itu, mereka akan meneruskan kemampuan tersebut dari generasi ke generasi. Inilah yang termasuk kelompok kecoak mutan yang kebal terhadap racun pembasmi serangga. Untuk menjamin spesies lain tetap hidup, 40 kecoak muda bisa dilahirkan dalam tempo 30 hari. Artinya, rata-rata satu hari akan lahir seekor kecoak. Karena itu, membasmi serangga ini hampir pasti sulit dilakukan dan mungkin tidak perlu.

Dunia Hewan : Kambing gunung, pendaki paling andal

Dunia Hewan : Kambing gunung, pendaki paling andal
Setelah lahir, setiap kambing memiliki kemampuan langsung berjalan dengan keempat kakinya. Kambing juga tidak mempunyai kecerobohan yang berlebihan. Kambing gunung mempunyai keistimewaan tersendiri sehingga mampu bertahan hidup di pegunungan yang tinggi dan terjal. Mereka bisa mendaki layaknya para penakluk dataran tingggi. Pegunungan adalah habitat asli kambing jenis ini. Alam pegunungan mengharuskan mereka memanjat tebing sepanjang hari untuk mencari makan.

Tampaknya kambing gunung memang didesain khusus untuk menjadi pendaki tangguh. Peneliti mengatakan bahwa konstruksi kaki mereka yang mempunyai dua jari lebar berguna untuk memberi keseimbangan. Bulunya yang berlapis ganda dan putih tebal memberikan kamuflase di daerah bersalju untuk menghidari predator. Ketika berhadapan dengan predator, mereka bisa melompat sejauh dua belas kaki dalam sekali lompatan dan mencapai darah yang aman.

Dengan bekal kemampuan tersebut, kambing gunung mampu hidup di daerah dengan ketinggian 15.000 kaki tanpa terserang penyakit. Kambing gunung merupakan hewan berkaki empat yang paling tangguh di daerah tinggi, khususnya di Amerika Utara.

Dunia Hewan : Jerapah, Hewan Dengan Jantung Terkuat

Dunia Hewan : Jerapah, Hewan Dengan Jantung Terkuat
Tinggi seekor jerapah bisa mencapai 5 meter. Dengan postur yang seperti itu, hewan ini harus mengalirkan darah ke otak yang terletak sejauh 2 m di atas jantungnya. Hal ini membuat jerapah harus memompa darah dengan tekanan 350 mmHg agar darah sampai ke otak. Itulah sebanya mengapa hewan ini dianggap sebagai hewan dengan jantung paling kuat.

Jantung jerapah terdiri atas suatu ruang khusus yang terbungkus jaringan halus untuk mengurangi akibat mematikan. Terdapat katup-katup di dalam pembuluh yang membantu mengatur tekanan. Pada bagian antara kepala dan jantung terdapat sistem berbentuk “U” yang terdiri atas pembuluh naik dan turun. Darah yang mengalir dalam pembuluh dengan arah yang berlawanan akan seimbang dengan sendirinya, sehingga menyelamatkan jerapah dari tekanan darah tinggi yang berbahaya maupun pendarahan dalam.ketebalan tambahan kulit jerapah pada kaki dn telapaknya mencegah akibat merugikan dari tekanan darah yang tinggi.

Ketika jerapah menurunkan kepalanya ke tanah untuk minum air, mereka akan kerepotan karena harus mengangkang dua kaki depannya lebar-lebar agar jangkauan air lebih pendek. Namun posisi ini justru berbahaya, tekanan darah menjadi tinggi dan bisa menyebabkan pendarahan dalam. Untuk mengatasi hal itu, suatu cairan khusus yang disebut serebrospinal membasahi otak dan tulang belakang, serta menghasilkan tekanan balik untuk mencegah kerusakan atau kebocoran pada pembuluh darah halus.

Selain itu, di dalam tubuh jerapah terdapat katup periksa searah yang menutup saat jerapah menurunkan kepalanya. Katup tersebut mengurangi aliran darah, sehingga jerapah bisa minum dengan aman dan mengangkat kepalanya kembali. Untuk menghindari bahaya tekanan darah tinggi, pembuluh jerapah dibuat sangat tebal dan berlapis-lapis.

Dunia Hewan : Immortal jellyfish

Dunia Hewan : Immortal jellyfish
Umur manusia rata-rata berkisar aantara 60-70 tahun. Sedangkan binatang, usianya juga tidak panjang, ada yang hanya hitungan hari seperti nyamuk dan ada yang mencapai 100 tahun lebih seperti kura-kura. Berbeda dengan jellyfish atau ubur-ubur. Mungkin saja hewan ini tidak pernah mati karena usia tua, itulah sebabnya mereka disebut immortal jellyfish.

setelh lahir, jellyfish berkembang sebagaimana layaknya spesies lain. Ketika memasuki usia tua, jellyfish tidak mati. Hewan ini akan kembali ke bentuk bayi lagi atau biasa disebut polyp. Begitulah seterusnya.

Hampir 95% tubuh jellyfish terbuat dari air. Binatang ini tidak memiliki otak dan mata untuk melihat. Meski demikian, jellyfish mempunyai keistimewaan yang mengagumkan. Binatang kecil ini mampu membuat strategi untuk membuat musuhnya bingung dengan memancarkan cahaya atau menghasilkan racun mematikan yang keluar dari dalam tubuhnya.

Sel penghasil cahaya di sepanjang punggung tubuh jellyfish dapat dujadikan senjata penyelamat. Misalnya ubur-ubur jengger yang berwarna merah akan bersinar bila disentuh. Pada saat yang sama, makhlu ini mengalirkan partikel-partikel bercahaya ke dalam air sebagai cara perlindungan untuk mengusir musuh-musuhnya.

Jellyfish juga memiliki lengan-lengan atau duri yang memancarakan awan cahaya ke dalam air saat diserang oleh pemangsa. Ujung lengannya bisa bersinar dengan cahaya berwarnabiru kehijauan. Dengan peringatan cahaya ini, mereka memberi tahu pemangsa yang mengincarnya bahwa mereka merasa tidak enak. Mereka juga bertindak dengan terencana dan menggunakan metode tersebut untuk mnyelamatkan diri dari kura-kura laut, burung laut, ikan dan pemangsa lainnya.

Saat melarikan diri dari musuhnya, seluruh tubuh jellyfish memncarkan cahaya. Ketika musuh mencoba menggigit, cahaya di bagian tubuh berbentuk lonceng akan padam dan tentakel yang masih bercahaya akan dilepaskan dari tubuhnya. Dengan cara ini, musuh akan mengalihkan perhatiannya pada tentakel tersebut. Jellyfish mengambil keuntungan dari situasi ini dengan segera melarikan diri. Sementara tentakel yang terlepas tersebut mengandung racun yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Dunia Hewan : Ikan Listrik

Dunia Hewan : Ikan Listrik
Sebelum manusia mengenal listrik, belut listrik atau yang biasa disebut Gymnotus electrius mampu mengeluarkan energi listrik yang mampu membunuh binatang lainnya. Energi tersebut berasal dari organ listrik yang terdapat dalam tubuhnya, mirip seperti baterai.

Ikan-ikan tersebut menghuni lautan dan perairan segar di Afrika dan Amerika Selatan. Ikan listrik meliputi ikan pari, knifefish, ikan bersirip pari, ikan gajah dan catfish. Tetapi tidak semua anggota kelompok spesies iniadalah ikan listrik. Sedangkan belut listrik sebenarnya bukan belut, tetapi semacam knifefish.

Listrik yang dimiliki ikan tersebut digunakan untuk melindungi diri dari musuh atau untuk menyerang mangsanya. Spesies ikan tertentu seperti belut dan pari punggung duri menggunakan listrik yang dihasilkan tubuhnya. Layaknya pengisian baterai, energi listrik yang dipakai kedua jenis binatang ini dalam mempertahankan diri, akan dapat digunakan kembali setelah beberapa saat.

Listrik dalam tubuhnya juga digunakan untuk menemukan jalan di kegelapan lau dalam dan membantu mengindra objek tanpa harus melihatnya dengan cara mengirim sinyal-sinyal. Dari sinyal-sinyal yang dipantulkan itulah mereka bisa menentukan jarak dan ukuran objek.

Ikan listrik menghasilkan medan listrik di sekeliling tubuh mereka dan mendeteksi distorsi dalam medan yang dibuat oleh objek-objek di dekatnya. Setiap ikan listrik memiliki organ listrik di bagian ekor yang kadang-kadang meluas ke seluruh tubuh. Organ ini terdiri dari sel-sel otot yang diubah sehingga menghasilkan sinyal-sinyal listrik yang dikenal dengan electrocytes. Jenis ikan knifefish listrik atau Sternopygus macrurus memancarkan sinyal-sinyal listrik dengan kecepatan 100 kali per detik.

Electroreceptor listrik pada kulit ikan dapat mendeteksi distorsi terhadap medan listrik yang diciptakan oleh benda-benda di dekatnya. Dengan kemampuan itulah, pada malam hari dan di air keruh, ikan listrik berusaha mengrnali dunia mereka, bernavigasi, mencari mangsa dan mewaspadai keberadaan musuh.

Saturday, July 14, 2012

Dunia Hewan : Hiu, Daya Penciuman Yang Sangat Tajam

Dunia Hewan : Hiu, Daya Penciuman Yang Sangat Tajam
Ikan hiu mempunyai tubuh yang sangat besar dan berat. Tapi itu tak menghalangi hewan air ini untuk bisa berenang cepat. Hal inilah yang menjadi inspirasi Speedo dalam merancang baju renang fast skin shark yang didasarkan pada skala hiu. Yang menjadikan hiu mampu berenang cepat adalah desain sisiknya.

Selain itu, penciuman ikan hiu diakui para ilmuwan sangat tajam. Mereka dapat mencium setetes darah di lautan yang jauhnya mencapai seperempat mil. Hasil riset menunjukkan bahwa hidung hiu menggunakan “penciuman stereo” untuk mendeteksi (tidak lebih dari setengah detik) dari waktu yang dicium untuk menjangkau salah satu lubang hidung.

Dalam waktu sepersepuluh setengah detik, hiu akan memutar kepalanya ke sisi pertama kali ia mencium bau darah tersebut. Organ-organ penciuman dalam hidung beberapa hiu mampu mendeteksi setetes darah dalam jutaan tetes air laut.

Friday, July 13, 2012

Dunia Hewan : Capung, Helikopter Dengan 30.000 Lensa

Dunia Hewan : Capung, Helikopter Dengan 30.000 Lensa
Capung merupakan hewan yang telah menginspirasi terciptanya helikopter. Ada beberapa keunikan capung yang tidak dimiliki oleh binatang lain. Pertama, ketika lahir, mereka sudah mempunyai gigi, sehingga serangga ini disebut odonata. Kedua, mata capung tergolong paling rumit dibanding semua mata seluruh penghuni bumi. Bentuknya besar hingga hampir separuh dari kepalanya, dan terdiri atas 30.000 ommatidia atau lensa. Dengan itu, capung mempunyai wilayah penglihatan yang lebar, sehingga binatang ini hampir selalu bisa mngetahui sesuatu yang ada di belakangnya.

Capung memiliki dua sayap yang bening, tebal kokoh, bervena sangat banyak dan berdinding tebal. Sayap ini berdesain sangat rumit, tetapi berkualitas prima. Sikorsky adalah salah satu helikopter yang dirancang dengan sempurna dan kemampuan manuver capung. Namun, desain tubuh Sikorsky tidaklah sebagus capung yang kuat dan tahan benturan.

Sayap capung yang aerodinamik dibuat dengan penuh perhitungan, mulai dari ukuran, bahan, hingga bentuknya. Sebagai predator mini, capung berkemampuan terbang yang cukup handal, sehingga memudahkannya dalam mencari mangsa.

Dunia Hewan : Burung Hantu, Inspirator Pesawat Terbang Tanpa Suara

Dunia Hewan : Burung Hantu, Inspirator Pesawat Terbang Tanpa Suara
Mungkin penamaan burung hantu dikarenakan burung ini selalu berkeliaran di malam hari atau karena kecanggihan terbangnya yang senyap, nyaris tak terdengar seperti hantu. Kemampuan terbang yang hemat suara ini menarik perhatian para ahli pesawat terbang. Pesawat terbang dikenal sangat berisik sehingga bandara dibuat di luar kota.

National Geographic menyebutkan bahwa tidak ada burung jenis lain yang terbang sesenyap burung hantu. Padahal angin yang menerpa bulu burung ini bisa menimbulkan turbulensi yang cukup berisik. Para perancang pesawat berusaha mempelajari rahasia di balik kemampuan burung hantu yang terbang nyaris tanpa suara.

Bulu pada sisi belakang sayap burung hantu terdapat jumbai yang mampu membuyarkan gelombang suara yang timbul sewaktu angin mengalir di atas sayap pada saat mengepakkan sayapnya ke bawah. Bulu-bulu kapas dibagian lain tubuhnya juga turut meredam suara yang tersisa.

Dunia Hewan : Bunglon, Kecepatan Lidah Melebihi Jet Tempur

Dunia Hewan : Bunglon, Kecepatan Lidah Melebihi Jet Tempur
Bunglon merupakan satu-satunya hewan yang memiliki kaki penjepit. Kehebatan bunglon terletak pada kemampuan lidahnya yang sangat panjang. Panjang lidahnya bisa mencapai dua kali panjang tubuhnya dan dilengkapi cairan kimia yang sangat lengket. Cairan ini berguna untuk menyambar mangsanya yang sebagian besar adalah serangga.

Kecepatan lidah bunglon saat menyambar mangsa mencapai 500 m2. Angka ini lima kali lebih cepat daripada kecepatan yang bisa ditempuh oleh jet tempur. Untuk mengetahui penyebab kecepatan lidah bunglon, para peneliti membedah jaringan lidah bunglon. Mereka menemukan petunjuk bahwa otot akselerator pada lidah bunglon tidak cukup kuat untuk memproduksi kekuatan dengan kemampuannya sendiri. Van Leeuwen menyebutnya sebagai “Ketapel Teleskopis”.

Ujung lidah bunglon mengambil bentuk kosong pada saat menyerang mangsa, sehingga ketika terlontar, lidahnya dapat menjulur enam kali lebih panjang dari saat berdiam di dalam mulut atau mencapai dua kali panjang tubuhnya. Sistem ini membuat bunglon bisa menangkap mangsa yang berada sangat jauh dari tempatnya. Setelah lidahnya memanjang, upaya menangkap mangsa ditambah lagi dengan keberadaan cairan lengket yang menutupi permukaan lidahnya sehingga mangsanya menempel.

Selain itu, kulit hewan ini bisa berubah warna. Di bawah kulit bunglon terdapat sel khusus yang amat sensitif terhadap perubahan cahaya, suhu bahkan suasana hati bunglon sendiri. sel tersebut berisi pigmen-pigmen. Lapisan paling atas memuat pigmen merah dan kuning. Sedangkan lapisan bawah mengandung pigmen biru dan putih.

Ketika rangsangan muncul, otak bunglon mengirim pesan kepada sel-sel chromatosphores. Pesan ini diterjemahkan sebagai perintah agar sel-sel tersebut membesar atau menyusut. Akibatnya, pigmen-pigmen tersebut saling bercampur sehingga sekujur tubuh bunglon bersinar aneka warna, tergantung warna dominan di dekatnya. Saat terjadi perubahan warna pada kulit bunglon, warna-warna di sekelilingnya akan memacarkan cahaya. Cahaya inilah yang ditangkap oleh sel chromatosphores, yang amat sensitif, sehingga memicu pergolakan pigmen-pigmen . Akhirnya, warna kulit bunglon akan serupa dengan warna lingkungan di sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan.

Ketika bunglon marah, sekujur tubuhnya akan berubah secara tiba-tiba menjadi merah atau oranye. Perasaa marah bunglon membuat semburan pigmen kuning memblokade lapisan bawahnya. Namun demikian, bunglon tidak bisa berubah kulit ke semua warna.

Dunia Hewan : Buaya, Kekuatan Gigitan Paling Menakutkan

Dunia Hewan : Buaya, Kekuatan Gigitan Paling Menakutkan
Otot-otot di sekitar rahang buaya dapat mengatup dengan sangat kuat. Kekuatan gigitan buaya merupakan yang paling kuat di dunia, yaitu 5.000 psi (pounds per square inch; setara dengan 315 kg/cm­2). Kekuatan gigitan ini lebih kuat dibandingkan dengan kemampuan anjing rottweiler yang hanya berkekuatan 335 psi, hiu putih raksasa 400 psi atau hyena sekitar 800-1.000 psi. Akan tetapi, otot-otot yang berfungsi untuk membuka mulut buaya amat lemah.

Hal ini memudahkan manusia mengunci mulutnya dengan lakban ketika melakukan penelitian terhadap hewan ini. sementara itu cakar dan kuku buaya juga sangat kuat dan tajam, namun lehernya sangat kaku, sehingga buaya tidak begitu mudah menyerang ke samping atau ke belakang.

Dunia Hewan : Beruang Kutub, Pemburu Tangguh di Gurun Es

Dunia Hewan : Beruang Kutub, Pemburu Tangguh di Gurun Es
Beruang kutub merupakan hewan berkaki empat yang paling tangguh di area dingin. Habitat mereka ada di kawasan terdingin di dunia, seperti Kutub Utara, Kanada Utara, dan Siberia Utara. Kaki beruang kutub tidak pernah kedinginan karena bulu mereka sangat tebal. Selain itu, lapisan lemak setebal 10 cm di bawah kulit mereka juga berfungsi sebagai penahan panas. Itulah sebabnya, pada air sedingin es, mereka tetap mampu berenang hingga sejauh 2.000 km dengan kecepatan 20-22 km-jam. Padahal tubuh beruang kutub bisa mencapai 800 kg dan tinggi 2,5 meter.

Ketika berenang, beruang menggunkan kaki depan yang berfungsi sebagai dayung. Di dalam air mereka dapat menutup lubang hidung dan tetap membuka mata. Kaki beruang kutub yang berselaput seperi bebek menjadikan mereka sebagai perenang yang handal.

Bulu-bulu beruang kutu berwarna putih atau corak kecokelatan. Indra pemciumannya sangat tajam sehingga bisa mengetahui adanya bau anjing laut (salah satu makanan mereka) yang bersembunyi di bawah lapisan salju setebal 1,5 meter. Hewan ini mmempunyai hidung berwarna hitam. Di atas salju yang berwarna putih, hidung ini sering membuat penyamaran mereka tidak sempurna. Sehingga beruang kutub sering menutup hidung dan kaki depannya yang putih, sehingga peyamaran mereka menjadi sempurna dan siap menunggu mangsa yang mendekat.

Dunia Hewan : Berang-berang, Ahli Rekayasa Lingkungan

Dunia Hewan : Berang-berang, Ahli Rekayasa Lingkungan
Berang-berang merupakan salah satu hewan cerdik yang terdapat di seluruh benua kecuali Australia. Keahlian hewan ini adalah kreativitasnya dalam merekayasa lingkungan. Di Amerika Utara, berang-berang membangun kolam sebagai kerajaan kecil yang multifungsi, melindungi keluarganya dar predator sekaligus menjadi tempat menyimpan makanan dan mencegah banjir.

Di kaki pegunungan Alberta Birch, Kanada, tepatnya di selatan Taman Nasional Wood Buffalo, sekelompok berang-berang telah membangun bendungan yang sangat besar. Peneliti Jean Thie menggunakan satelit dan fasilitas Google Earth untuk mengetahui lokasi kolam yang panjangnya mencapai 850 m dan tingginya 2.790 m itu.

Diperlukan waktu lama dengan keterlibatan banyak berang-berang untuk menyusun ribuan kayu, bebatuan dan lumpur hingga menjadi sebuah bendungan. Para ahli memperkirakan bahwa bendungan tersebut telah dan terus dibangun selama kurang lebih 35 tahun, dan dikerjakan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Dunia Hewan : Angsa, Formasi Terbang "V"

Dunia Hewan : Angsa, Formasi Terbang "V"
Angsa merupakan salah satu binatang air yang bisa terbang. Ada yang menarik jika kita mencermati cara terbang burung angsa. Burung ini selalu tebang berkelompok dengan membentuk formasi seperti huruf “V”. Formasi ini telah digunakan burung angsa selama ribuan tahun ketika mereka terbang berombongan ke tempat yang jauh.

Formas huruf “V” terbukti cukup efektif dalam menghemat tenaga dan dapat menempuh jarak yang lebih jauh. Kepakan sayap burung yang paling depan bisa menembus dinding udara, sehingga memudahkan burung yang terbang di belakangnya. Akibatnya, burung-burung lain yang terbang di belakangnya akan menjadi ringan bebannya saat menembus angin. Ketika menggunakan formasi tersebut, seluruh kawanan angsa bisa menempuh jarak terbang hingga 71% lebih jauh daripada burung yang terbang sendirian.

Selain itu, ada kerja tim di balik formasi huruf “V” ini. Ketika angsa pemimpin yang terbang terdepan kelelahan, angsa lain akan menggantikan posisinya saat ia mengurangi kecepatan, sekaligus mengambil posisi di belakang. Mereka pun akan bergantian mengisi posisi depan, sehingga tidak ada burung yang kelelahan.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa ada sistem support atau pemberian semangat yang telah dikenal angsa jauh sebelum manusia. Saat terbang dalam formasi “V”, mereka bersuara riuh-rendah untuk memberikan semangat kepda angsa yang terbang paling depan agar tetap semangat dan kecepatan tetap stabil. Insting solidaritas angsa juga luar biasa. Hal ini terlihat ketika ada angsa yang sakit, mengalami kelelahan atau bahkan jatuh tertembak pemburu, maka dua angsa lain akan mengawal angsa yang tidak dapat melanjutkan formasi”V”. Kedua angsa tersebut akan terus menemani angsa yang jatuh sampai mati, atau sampai tidak bisa terbang lagi. Formasi “V” kemudian menjadi favorit pasukan udara ketika melakukan manuver dengan pesawat tempur atau saat membentuk formasi pertahanan.

Dunia Hewan : Albatros, Si Penjelajah Superhemat

burung albatros
Burung Albatros merupakan burung laut besar yang tergolong dalam ordo Procellariformes. Habitat burung ini berada di samudera Antartika dan Pasifik Utara. Berdasarkan temuan fosil, kemungkinan burung ini dulu terdapat pula di Atlantik Utara. Ada 24 spesies albatros yang hidup hingga kini dengan ciri-ciri berbadan pendek gemuk, kaki berselaput, sayap yang panjang, dan paruh bengkok.

Pada musim dingin, burung albatros bermigrasi ke belahan bumi selatan dari utara hingga beribu-ribu kilometer. Burung yang menghabiskan 92% masa hidupnya di laut ini memilliki sayap yang bisa mencapai 3,5 meter. Burung ini termasuk yang paling besar dan panjang serta lebar sayapnya melebihi burung lain. Umumnya burung ini memakan cumi-cumi, ikan dan udang dengan cara memakan hewan yang terdampar di permukaan air atau dengan menyelam.

Albatros dapat terbang berjam-jam tanpa mengepakan sayap sama sekali. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga sayapnya tetap terentang dan meluncur di udara dengan memanfaatkan angin. Sistem anatomi albatros memungkinkan mereka untuk tidak menggunakan energi untuk mengepakkan sayap. Setelah sayap tebentang, sistem penguncian segera diterapkan, sehinnga mereka tidak perlu energi untuk menjaga agar sayapnya tetap terentang.

Albatros juga sangat pandai memnafaatkan angin, sehingga menjadi sumber energi tanpa batas untuk terbang berjam-jam. Seekor albatros dengan berat 10 kg hanya kehilangan 1% berat tubuhnya ketika melakukan perjalanan sejauh 1.000 km. Dalam olahraga terbang layang, model dan gaya yang dilakukan juga meniru gaya terbang albatros. Selain itu, kehebatan dan keajaiban albatros telah menginspirasi manusia untuk membuat pesawat terbang tanpa mengepakkan sayap. Cara terbang pesawat buatan manusia pun sangat mirip dengan albatros yang berlari-lari kebih dulu di pacauan landas sebelum akhirnya melayang di udara.

Cara Verval SIMPKB 2017

Salam hangat para guru se-Indonesia, melalui postingan ini kami kembali sharing tentang cara verval guru di situs simpkb, karena banyaknya g...