Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Monday, May 11, 2015

Klipping: Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia

Di bawah ini 5 KASUS BESAR PELANGGARAN HAM DI INDONESIA yang dikemas dalam bentuk klipping. Silahkan adik-adik yang mungkin mendapat tugas dari guru PKN di SMP mancari klipping kasus-kasus pelanggaran HAM.

1. Kasus tragedi 1965-1966
Klipping: Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia
Sejumlah jenderal dibunuh dalam peristiwa 30 September 1965. Pemerintahan orde baru kemudian menuding Partai Komunis Indonesia sebagai biang keroknya. Lalu pemerintahan saat itu membubarkan organisasi tersebut, dan melakukan razia terhadap simpatisannya. Razia itu dikenal dengan operasi pembersihan PKI. Komnas HAM memperkirakan 500.000 hingga 3 juta warga tewas dibunuh saat itu. Ribuan lainnya diasingkan, dan jutaan orang lainnya harus hidup dibawah bayang-bayang ‘cap PKI’ selama bertahun-tahun. Dalam peristiwa ini, Komnas HAM balik menuding Komando Operasi Pemulihan Kemanan dan semua panglima militer daerah yang menjabat saat itu sebagai pihak yang paling bertanggung-jawab. Saat ini, kasus ini masih ditangani oleh Kejaksaan Agung. Namun penanganannya lamban. Tahun 2013 lalu, Kejaksaan mengembalikan berkas ke Komnas HAM, dengan alasan data kurang lengkap.

2. Kasus penembakan misterius (Petrus) tahun 1982-1985
Penembakan misterius atau sering disingkat Petrus alias operasi clurit adalah operasi rahasia yang digelar mantan Presiden Soeharto dengan dalih mengatasi tingkat kejahatan yang begitu tinggi. Operasi ini secara umum meliputi operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah. Pelakunya tak jelas, tak pernah tertangkap, dan tak pernah diadili. Hasil dari operasi clurit ini, sebanyak 532 orang tewas pada tahun 1983. Dari jumlah itu, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Kemudian pada tahun 1984, tercatat 107 orang tewas, di an¬¬taranya 15 orang tewas ditembak. Setahun kemudian, pada 1985, tercatat 74 orang tewas, 28 di an¬taranya tewas ditembak. 'Korban ‘Tembakan Misterius’ ini selalu ditemukan dalam kondisi tangan dan lehernya te¬ri¬kat. Sebagian besar korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, atau dibuang ke sungai, la¬ut, hutan, dan kebun.'

3. Tragedi Semanggi dan Kerusuhan Mei 1998
Pada 13-15 Mei 1998, terjadi kerusuhan massif yang terjadi hampir di seluruh sudut tanah air. Puncaknya di Ibu Kota Jakarta. Kerusuhan ini diawali oleh kondisi krisis finansial Asia yang makin memburuk. Serta dipicu oleh tewasnya empat mahasiswa Universitas Trisakti yang tertembak dalam demonstrasi pada 12 Mei 1998. Dalam proses hukumnya, Kejaksaan Agung mengatakan, kasus ini bisa ditindaklanjuti jika ada rekomendasi dari DPR ke Presiden. Karena belum ada rekomendasi, maka Kejaksaan Agung mengembalikan berkas penyelidikan ke Komnas HAM. Namun belakangan, Kejaksaan Agung beralasan kasus ini tidak dapat ditindaklanjuti karena DPR sudah memutuskan, bahwa tidak ditemukan pelanggaran HAM berat.

Diatas hanya ada 3 contoh kasus yang kami tampilkan. Jika ingin yang lengkap yaitu 5 kasus besar pelanggaran HAM yang dilengkapi dengan gambar masing-masing, anda bisa mendownloadnya di http://adf.ly/1GyaGE. Sudah didownload langsung bisa di cetak/print out.

Thursday, August 29, 2013

Contoh Negera Yang Terbentuk Berdasarkan Teori (Ketuhanan, Pendudukan, Proklamasi, Penyerahan, Penguasaan, Pemisahan, Peleburan, Pembentukan baru)

Dalam postingan ini, kami khususkan bagi siswa kelas X SMA, yang mendapat tugas dari guru PKN, yakni contoh negara yang terbentuk berdasarkan beberapa teori antara lain teori ketuhanan, perjanjian masyarakat, pendekatan faktual, pendudukan, proklamasi, dll.

Terbentuknya negara berdasarkan teoritis dapat dibagi kedalam beberapa teori. Teori beserta contoh negara yang terbentuk berdasarkan teori-teori tersebut seperti dibawah ini:

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Ketuhanan adalah Negara Indonesia. Dimana berdasarkan teori ini, negara bisa terbentuk karena adanya karunia dari Tuhan, melalui perjuangan panjang suatu negara. Indonesia termasuk dalam contoh negara seperti ini, karena telah berjuang melawan penjajahan Jepang dan Belanda, dan akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Teori ini dipelopori oleh beberapa tokoh antara lain Agustinus, Friedrich Julius Stahl, dan Kraneburg.

 Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Pendudukan adalah negara Liberia, dimana Negara Liberia diduduki oleh kaum negro dan memerdekakan diri pada tahun 1847 .

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Proklamasi adalah negara Indonesia, yang berhasil memproklamasikan kemerdekaan dari penjajahan Jepang dan Belanda pada tanggal 17 Agustus 1945.

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Penyerahan, contoh negara Sleewijk yang diserahkan oleh Austria pada Prussia ( Jerman ).
 
Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Penguasaan, contohnya negara Israel ketika dibentuk tahun 1948 banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania dan Mesir.

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Pemisahan Contohnya Belgia, dimana Belgia memisahkan diri dari belanda dan menyatakan kemerdekaan.

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Peleburan, Contohnya Jerman, yang merupakan peleburan negera-negara kecil pada tahun 1871, dan membentuk negera besar yaitu Jerman.

Contoh Negera Yang Terbentuk berdasarkan Teori Pembentukan baru, contohnya Negara Uni Soviet yang pecah menjadi negera-negara baru yaitu Bendera Uni Soviet, Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan (Asia), Kirgizstan. Contoh lain Colombia pecah menjadi negara-negara baru, yaitu Venezuela dan Colombia Baru

Friday, July 20, 2012

Asal Mula Terjadinya Negara Berdasarkan Fakta Dan Teoritis

Asal Mula Terjadinya Negara Berdasarkan Fakta Dan Teoritis
Asal mula terjadinya negara dibagi menjadi 2 yaitu Secara Primer atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan pendekatan teoritis dan Secara Sekunder atau Asal mula terjadinya negara berdasarkan fakta.
  1. Secara Primer
    Asal mula terjadinya Negara secara primer biasa disebut juga pendekatan teoritis yang bersifat dugaan yang dianggap benar. Negara terjadi melalui beberapa tahapan dan tidak ada hubungan dengan Negara yang telah ada sebelumnya. Tahapan terjadinya Negara:
    • Genoot Schaft (Suku)
    • Terdapat istilah Primus Interpares yang artinya Yang utama di antara sesama.
    • Rijk/Reich (Kerajaan)
    • Di sini muncul kesadaran hak milik dan hak atas tanah.
    • Staat
    • Kesadaran akan perlunya demokrasi dan kedaulatan rakyat.
    • Diktatur Natie
    • Pemerintahan yang dipimpin oleh seorang pilihan rakyat yang kemudian berkuasa secara mutlak
  2. Secara Sekunder
    Asal mula terjadinya Negara secara sekunder lebih pada pendekatan fakta atau kenyataan. Terjadinya Negara/lahirnya Negara ada hubungan dengan Negara yang telah ada sebelumnya. Terdapat beberapa macam dari asal mula terjadinya Negara secara sekunder, yaitu:
    • Proklamasi – Pernyataan kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.
    • Fusi - Peleburan 2 negara atau lebih dan membentuk 1 negara.
    • Aneksasi - Pencaplokan. Suatu daerah dikuasai Negara lain tanpa perlawanan.
    • Cessie - Penyerahan. Sebuah daerah diserahkan kepada Negara lain berdasarkan perjanjian.
    • Acessie - Penarikan. Bertambahnya suatu wilayah karena proses pelumpuran laut dalam kurun waktu yang lama dan dihuni oleh kelompok.
    • Okupasi - Pendudukan. Suatu wilayah yang kosong kemudian diduduki sekelompok bangsa sehingga berdiri Negara.
    • Inovasi - Suatu Negara pecah, kemudian lenyap dan memunculkan Negara baru di atasnya.
    • Separasi - Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda.

Cara Verval SIMPKB 2017

Salam hangat para guru se-Indonesia, melalui postingan ini kami kembali sharing tentang cara verval guru di situs simpkb, karena banyaknya g...