Sunday, January 13, 2013

Sulitnya Kurikulum 2013 Diimplementasikan

Banyak yang meragukan bahwa Kurikulum 2013 akan mampu mendatangkan perubahan yang lebih baik bagi sistem pendidikan nasional. Bahkan ada yang mensinyalir bahwa kurikulum baru ini pun nantinya tidak akan berumur panjang. Kurikulum 2013 dinilai dirumuskan secara tergesa-gesa (walau pemerintah mengklaim telah menyiapkannya sejak 2010) dan tidak melalui pengkajian yang benar-benar mendalam. Lagipula, berkaca pada pengalaman yang sudah-sudah, perubahan kurikulum selalu berujung pada kegagalan mencapai apa yang diharapkan sehingga kemudian diputuskan bahwa kurikulum harus kembali berubah.

Oleh karena itu, jika akhirnya Kurikulum 2013 tetap akan diberlakukan sesuai dengan hasrat pemerintah, kita harapkan jangan ada lagi kata perlu perubahan kurikulum akibat gagalnya kurikulum baru ini di masa yang akan datang.

Ada yang menekankan bahwa seharusnya pemerintah lebih fokus pada usaha memperbaiki kualitas guru dibandingkan mengutak-atik kurikulum. Menurut mereka, sebagus apapun kurikulum yang disiapkan, jika pelaksana di lapangan, yaitu para guru, tidak memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya dengan baik, maka kualitas yang diharapkan akan tetap saja hanya jadi angan-angan. Selama ini pemerintah dinilai kurang melakukan pembinaan terhadap para guru. Pelatihan sangat minim. Sehingga sebagian besar guru cukup mengajar hanya dengan pengetahuan seadanya. Ditambah lagi dengan kondisi kesejahteraan para guru, terutama yang honorer, yang dinilai masih jauh dari ketegori layak. Memang perhatian pemerintah terhadap guru masih jauh dari kata cukup. Ini terutama jika dibandingkan dengan beban besar yang dipikul oleh mereka dalam usahanya mencerdaskan anak bangsa.

Terkait dengan kemampuan para guru di lapangan inilah, banyak pihak yang meragukan bahwa Kurikulum 2013 akan berhasil. Mengapa? Kurikulum 2013 berangkat dari konsep yang kedengarannya sangat bagus. Terutana dalam hal pengintegrasian beberapa pelajaran ke pelajaran yang lain. Di tingkat SD, misalnya, mata pelajaran IPA dan IPS tidak lagi menjadi pelajaran yang berdiri sendiri. IPA, begitu kata pemerintah, akan diintegrasikan atau menjadi bahan bahasan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sedangkan IPS masuk ke dalam bahasan PPKn. Demikian juga dengan mata pelajaran Muatan Lokal (mulok) yang akan diintegrasikan kedalam mata pelajaran Seni Budaya dan Penjasorkes. Metode yang digunakan dalam pengintegrasian ini disebut tematik integratif, katanya. Sebuah konsep yang sebenarnya sudah muncul sejak Kurikukum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2004. Apakah ini konsep yang mudah dipahami? Kami rasa tidak!

Pemerintah mungkin punya anggapan bahwa para guru di lapangan akan dengan mudah memahami konsep pengintegrasian semacam itu. Tapi anggapan ini terlalu bersifat optimistik. Dalam kenyataannya akan ada banyak guru yang mengalami kebingungan. Pemahaman, tingkat kesiapan, dan juga pengetahuan yang ada pada guru sangat beragam. Apalagi jika dikaitkan dengan dikotomi kota dan daerah (terpencil). Dikhawatirkan akan terjadi banyaknya materi suatu pelajaran yang terabaikan. Mata pelajaran IPA mungkin akan tercecer dan terbaikan akibat guru kurang memahami bagaimana mengintegrasikannya kedalam Bahasa Indonesia ataupun Matematika. Juga IPS mungkin hanya tersentuh sedikit saja ketika ia menjadi bagian dari PPKn. Hei, bukankah materi Bahasa Indonesia, Matematika, dan juga PPKn demikian banyaknya? Bagaimana guru mengatur porsinya? Dikhawatirkan anak-anak akan mengalami pemiskinan pengetahuan yang bersifat science yaitu IPA dan IPS. Padahal dua mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk kemajuan bangsa. Anehnya, pemerintah malah menyebut kurikulum 2013 SD berbasis science! Dimana letak science-nya jika dua mata pelajaran penting science malah menjadi bagian mata pelajaran lain? Tidak Berdiri Sendiri.???

Bagi kami sendiri, untuk tingkat SD, lebih masuk akal jika PPKn yang diintegrasikan kedalam IPS. Dan itu lebih mudah dipahami. Kita tahu bahwa Pancasila dan kewarganegaraan (civic) seharusnya merupakan bagian dari ilmu sosial. Pembahasan mengenai Pancasila tidak perlu begitu detil sampai melahirkan buku yang begitu tebal (seperti yang selama ini terjadi). Cukup saja dikenalkan bahwa ideologi negara kita adalah Pancasila, siapa pencetusnya, dan nilai-nilai utama (cukup yang utama, tidak perlu bertele-tele) yang terkandung di dalamnya. Termasuk kewarnegaraan, cukup saja materi yang membuat anak paham tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik.

Bahasa Indonesia, menurut kami, adalah media. Ya, bahasa adalah media. Ia menjadi media pengajaran untuk setiap mata pelajaran. Mengapa tidak Bahasa Indoensia saja yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain? Bahkan ia bisa masuk ke pelajaran manapun. Dalam membuat laporan, membuat paparan, bahkan dalam presentasi lisan pun, bahasa Indonesia bisa masuk. Bukankah ini masuk akal? Jika sudah begini IPA dapat diselamatkan dan bahasa Indonesia tidak kehilangan porsi.

Untuk tingkat SMP dan SMA, Kurikulum 2013 juga menimbulkan keraguan dan tanda tanya. Bagaimana tidak, pemerintah mengklaim bahwa TIK akan menjadi media untuk setiap mata pelajaran lain sehingga tak perlu lagi menjadi pelajaran yang berdiri sendiri. Ini sangat kontroversial! Lagi-lagi pemerintah menilai secara keliru perihal kemampuan para guru. Pemerintah beranggapan bahwa semua guru sudah menguasai perangkat TIK. Padahal dalam prakteknya, masih banyak guru yang asing dengan perangkat teknologi canggih ini. Kedengarannya memang mudah dan bagus bahwa setiap guru mata pelajaran akan menggunakan perangkat TIK. Tunggu saja sampai para guru kebingungan bagaimana mengimplementasikan Kurikulum 2013 SMP/SMA dimana TIK harus menjadi media pembelajaran. Jangan-jangan yang terjadi adalah metode kembali ke metode lama sedangkan TIK jauh tidak tersentuh. Alamat kegagalan bagi Kurikulum 2013.

Selain tingkat penguasaan perangkat TIK oleh para guru yang masih dalam taraf belum siap, kemampuan sekolah pun dalam menyediakan perangkat TIK masih sangat beragam. Memang ada banyak sekolah yang cukup kaya sehingga kepemilikan perangkat TIK cukup lengkap. Tapi sebagian besar sekolah, terutama di daerah, masih minim fasilitas TIK-nya. Jangan heran jika dikatakan ada sekolah tingkat SMP atau SMA yang hanya punya lima atau tujuh komputer di laboratorium komputernya. Masih banyak sekolah yang belum punya akses internet. Masih banyak yang hanya punya satu atau dua proyektor, atau bahkan tidak memilikinya. Seperti halnya di sekolah kami SMP Negeri 1 Bontosikuyu, dengan perangkat komputer seadanya didukung dengan koneksi internet yang juga seadanya para siswa sangat antusias didalam melaksanakan pembelajaran tersebut, nah bagaimana jika jika TIK sudah dihilangkan?? SIswa yang gaptek akan tetap GAPTEK selamanya jauh tertinggal oleh siswa yang umumnya tinggal di Kota. Inilah sebenarnya kesalahan pemerintah selalu saja mengambil standar pendidikan wilayah perkotaan, tidak memikirkan sekolah-sekolah yang terpencil seperti sekolah kami.

Mari kita buat pengandaian. Jika sebuah sekolah teridiri dari 9 kelas dengan masing-masing tingkat, 3 kelas, menurut kami sekolah tersebut harus memiliki minimal 3 sampai 4 proyektor. Ini minimal. Dengan pengandaian bahwa pemakaian proyektor dilakukan secara bergiliran. Idealnya adalah sebanyak kelas. Proyektor ini penting karena Kurikulum 2013 menekankan pada, salah satunya, presentasi atau paparan dan juga berbasis TIK. Belum lagi komputer pendukung untuk setiap kelas. Ditambah lagi dengan beban listrik yang mau tak mau harus tambah daya. Apakah semua sekolah siap dengan semua ini? Kami sangat meragukannya.

Paparan ini tidak mengungkapkan semua dari kelemahan-kelemahan Kurikulum 2013 yang menjadikannya akan sulit diimplementasikan. Kuikulum 2013 mungkin memang bagus, tapi hanya jika para pelaksana di lapangan dan juga fasilitas yang dimiliki sekolah telah siap mengakomodasinya. Sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah di masa yang akan datang, bukan kurikulum yang harus terus menerus diubah, tapi pembinaan para guru (termasuk kesejahteraannya) dan melengkapi sarana prasarana sekolah (termasuk sekolah swasta) harus lebih mendapat perhatian. Selama ini, ada banyak guru yang cenderung dianaktirikan dan kurang mendapat perhatian, yaitu guru-guru di daerah (terpencil) dan guru-guru honorer. Juga ada banyak sekolah yang sangat jarang, atau bahkan tidak pernah sama sekali mendapat bantuan. Pemerintah semestinya bersikap adil dengan tidak memiliah-milah dan memilih-milih mana sekolah yang harus diutamakan dan mana yang dinomorduakan.

Juga tak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah sistem rekrutmen PNS guru yang harus segera dibenahi. Profesionalitas tidak akan tumbuh dari sistem seleksi yang penuh kecurangan dan penuh cacat. Ini jika pemerintah menginginkan guru yang benar-benar berkualitas dengan kemampuan cukup memadai dan sesuai harapan.

Tuesday, January 8, 2013

Nasib Guru TIK Untuk Kurikulum 2013

Bukan lagi wacana yaitu Mapel TIK pada kurikulum 2013 akan dihapus, karena sudah pasti. Selagi keputusan menteri pendidikan tidak diubah sesuai tabel yang berhasil saya ambil melalui situs resmi kemdiknas dibawah ini.


Itulah diatas gambar kurikulum 2006 yang sedang diterapkan sekarang ini dan kurikulum 2013 yang akan dimulai pada tahun ajaran baru 2013/2014 Juli 2013 mendatang.

Dari gambar diatas sudah jelas bahwa mapel TIK sudah dihapus untuk kurikulum 2013. Lantas bagaimana nasib Guru TIK ??? Guru yang sertifikasi TIK?? Bagaimana juga PT yang baru menyelenggarakan prodi khusus guru TIK sepertihalnya di FT-UNM Makassar??? Bagaimana pula nasib mahasiswa-mahasiswa yang tengah berjuang di prodi TIK meraih gelar S.Pd.??

Alasan penghapusan mapel TIK yaitu kalau TIK itu sudah menjadi bagian dari semua bidang yang harus sudah diketahui oleh setiap siswa. Saya sendiri sebagai Guru TIK tidak 100% membenarkan alasan ini, TIK bukan merupakan praktek saja, tetapi memiliki teori yang mutlak diketahui. Menurut saya, bahkan TIK saat ini masih dan sangat dibutuhkan oleh siswa SMP mengingat semua hal sekarang ini sudah serba mencakup teknologi, jadi sangat perlu mengajarkan hal-hal yang berbau teknologi kepada siswa-siswa khususnya siswa SMP,, agar nantinya mereka berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi tidak Gaptek lagi.

Dilain sisi, saat ini dunia pendidikan khususnya menuntut adanya pengiriman data langsung dari sekolah ke pusat nah itu semua TIK lah yang berperan. Ujian Guru Bersertifikat juga semuanya menggunakan TIK, pasti sudah tahu semua tingkat keberhasilan ujian sertifikasi sangat minim, yahh karena jaman guru yang bersertifikat itu belum belajar TIK. Sehingga untuk memperbaiki hal tersebut maka dipandang perlu Peserta Didik sekarang ini diajarkan mapel TIK.

Sebenarnya masih banyak hal yang menjadi alasan terhadap penghapusan TIK yang tidak seharusnya dilakukan. Karena telah merugikan banyak Pihak. Nah kalaupun pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan masih tetap pada penghapusan Mapel TIK, yahhh kini saatnya pindah jurusan, ikhlaskan saja, mungkin berganti profesi jadi Guru Matematika, Fisika, dll. Ataukah bisa menjadi kepala Laboratorium Komputer untuk melayani siswa-siswa yang melakukan praktek meskipun praktek tidak berhubungan TIK, dan pastinya kita akan kewalahan untuk mengajari tiap-tiap siswa, diajarkan saja TIK masih dipandu prakteknya, apalagi sudah langsung praktek tanpa pengetahuan TIK secara langsung. Hmmmm payah deh jadi Guru TIK.




Friday, January 4, 2013

Jangan Asal Copas RPP Silabus

Teknologi yang semakin canggih membuat penggunanya bermanja ria. Termasuk para guru-guru yang tidak ingin pusing membuat RPP/Silabus atau lengkapnya Perangkat Pembelajaran maka dilakukan copas (copy paste) Perangkat Pembelajaran yang bertaburan di Internet.

Bukan mungkin, tapi sudah pasti para pengawas guru mengetahui akan hal ini, tetapi mereka hanya menegur secara halus kepada para guru yang melakukan copy paste Perangkat Pembelajaran yang didapatkan melalui Internet. Hal ini bisa saja ditolerir, tapi akan sangat mempunyai efek kepada peserta didik, karena RPP yang beredar kemungkinan standarnya jauh lebih maksimal daripada keadaan peserta didik ataupun fasilitas yang sekolah miliki.

Kutipan yang sempat saya simpan dimemori saat diadakan supervisi mata pelajaran tertentu, yang pastinya bukan mapel saya, pengawas mengatakan seperti ini "ini sumber belajar koq ada CD, memang pernah melakukan pembelajaran lewat CD, padahal di ruang kelas belum ada listrik?".

Contoh diatas merupakan salah satu kasus dimana terbongkarnya kedok sang guru bahwa RPP yang di printout merupakan hasil copas dari internet.

Memang untuk kesimple-an sangat praktis memang, download RPP di internet, masukkan nama sekola, alamat, dll, sampai mengganti atau memasukkan nama kepala sekolah dan guru mapel, lengkap dengan tanggal, RPP sudah siap di print out.

Sebenarnya hal diatas juga saya lakukan, tapi karena 1 alasan, saat pembuatan RPP saya sangat disibukkan dengan kegiatan lain sehingga untuk mengedit pun tidak mempunyai kesempatan. Tapi di Tahun 2013 ini saya mulai membuat perangkat pembelajaran yang sesuai dengan keadaan sekolah tempat saya mengajar tentunya.

Sedikit saran dari kami beberapa guru di SMP Negeri 1 Bontosikuyu Kab. Kepulauan Selayar, agar kiranya Perangkat Pembelajaran dibuat seragam saja per kabupatennya, yaitu di buat di dinas setempat, kemudian disebarkan kesekolah-sekolah, ini bertujuan agar kualitas dan kuantitas peserta didik di perkotaan dan pelosok desa bisa bersaing sehat dikarenakan materi yang diajarkan akan sama dan rata untuk masing-masing sekolah. Contohnya saja jika ada perlombaan seperti Cerdas Cermat yang dapat juaran bukan didominasi oleh siswa yang kota, di pedesaan sangat tertinggal. Karena dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat kini fasilitas pendidikan di kota dan di desa sudah hampir setara.

Tunjangan Guru Hangus? Pastikan Data NUPTK Anda Valid/Benar

Tunjangan Guru Hangus? Pastikan Data NUPTK Anda Valid/Benar
Pemberian tunjangan Guru berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional dan tunjangan khusus kabarnya akan dimulai pada tahun 2013. Dimana pemberian tunjangan hanya akan diberikan kepada PTK yang datanya valid, sesuai yang terekam di situs NUPTK.

Sebenarnya pihak DIKMEN telah lama memperingatkan hal ini, melalui running text yang ditampilkan di situs info pendataannya. Hal yang dituntut valid antara lain, nama Ptk, NUPTK, masa kerja, tanggal lahir, beserta data tambahan seperti email dan no hp.

Sebenarnya masih ada waktu bagi anda yang memiliki data tidak valid atau kurang lengkap, yaitu dengan menghubungi operator aplikasi pendataan di Instansi masing-masing, untuk melengkapi data-data anda, kemudian dikirim kembali ke DAPODIK melalui aplikasi pendataan yang sudah dimiliki oleh masing-masing instansi.

Sesuai pernyataan PTK Dikmen, pemberian tunjungan akan dibatalkan alisa hangus apabila ada data yang tidak valid untuk PTK yang bersangkutan. Jadi apabila anda PTK merasa ada data yang kurang atau tidak valid segera koordinasikan dengan pihak bersangkutan di instasi Anda.

Thursday, January 3, 2013

Ujian Semester Ganjil SMP Terbuka Bontosikuyu

SMP Terbuka Bontosikuyu adalah satu-satu SMP Terbuka yang masih tetap eksis di daratan kepulauan Selayar saat ini. SMP Terbuka Bontosikuyu yang masih bernaung dalam pimpinan Ibu Sri Muliati, S.Pd sekaligus sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontosikuyu. Kali ini setelah beberapa minggu yang lalu merupakan jadwal ujian untuk siswa reguler, sekarang giliran siswa Terbuka yang mengadakan ujian semester ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013.

Ujian yang sedianya dilakukan mulai Selasa 1 Januari 2013 dan berakhir hari ini Kamis, 3 Januari 2013 berjalan sesuai yang diharapkan. Para siswa mengikuti ujian dengan baik, guru Pamong setiap TKB (Tempat Kegiatan Belajar) hadir menyaksikan anak-anak mereka melaksanakan ujian.

Guru bina yang sekaligus merangkap jadi pengawas ujian juga hadir semua untuk mengawasi anak-anak dalam mengerjakan soal-soal yang ada.

Gambar dibawah ini, terlihat Ibu Sri Muliati, S.Pd (Kepala Sekolah) sedang memberikan pengarahan sesaat sebelum ujian dilaksnakan. Memberikan motivasi kepada siswa agar nantinya datang lagi untuk mengikuti ujian nasional april mendatang.
ujian semester ganjil terbuka ta 2012/2013

Ujian hari terakhir dilaksanakan, para siswa terlihat tenang mengerjakan soal-soal yang ada. Terlihat juga ibu Jinariah, S.Pd yang sedang mengawasi jalannya ujian (Guru Bina Matematika).
ujian semester ganjil terbuka ta 2012/2013
Dok SMP Terbuka Bontosikuyu

Wednesday, January 2, 2013

Persiapan Perangkat Pembelajaran Semester Genap TA 2012/2013

Setelah ujian semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 berakhir seminggu yang lalu, maka berakhir pula seluruh rangkaian pembelajaran untuk semester ganjil tahun ini. Seminggu ini merupakan masa liburan untuk anak sekolah setelah seminggu kemarin melaksanakan ujian semester ganjil.

Kini saatnya para guru-guru mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan untuk semseter genap tahun pelajaran 2012/2013. Kemungkinan juga ada guru yang telah membuatnya per-Tahun untuk itu tidak perlu lagi membuat PP untuk semester genap ini.

Untuk sekolah kami SMP Negeri 1 Bontosikuyu, yang baru-baru kedatangan Pengawas Kabupaten menghimbau untuk pembuatan PP/pertemuan, termasuk disini RPP dan silabus yang dibuat secara per pertemuan.

Langkah ini mungkin saya akan ambil untuk mata pelajaran yang saya ajarkan yaitu TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Cara pembuatan Perangkat Pembelajaran (PP) semacam ini saya rasa akan lebih efektif dan fokus untuk diaplikasi dalam proses pembelajaran.

Dibawah ini contoh yang mungkin saya akan ambil untuk pertemuan pertama dan kedua mapel TIK untuk kelas 7, dimana materi belajar belum di edit masih akan ditambah penjelasannya.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Nama Sekolah            
:
UPT SMP Negeri I Bontosikuyu
Mata Pelajaran
:
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kelas/  Semester
:
VII (tujuh)/ 2 (dua)
Standar Kompetensi
:
3. Mempraktikkan keterampilan dasar komputer.
Kompetensi Dasar
:
3.1. Mengidentifikasi berbagai komponen perangkat keras komputer.
Alokasi Waktu
:
2 x pertemuan ( 2 x 40 menit )

A.  Tujuan Pembelajaran
Disediakan seperangkat komputer, peserta didik dapat:
      - menunjukkan perangkat keras yang berfungsi sebagai alat input dengan tepat.
      - menunjukkan perangkat keras yang berfungsi sebagai alat proses dengan tepat.
- menunjukkan perangkat keras yang berfungsi sebagai alat output dengan tepat.
- menunjukkan perangkat keras yang berfungsi sebagai media penyimpan

v  Karakter siswa yang diharapkan :          Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)

B.  Materi Pembelajaran
Perangkat keras ( Hardware )
·         Alat input
·         Alat proses
·         Alat output
·         Media penyimpan

C.  Metode Pembelajaran
Pendekatan CTL
      Model Cooperative Learning

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
      Pertemuan pertama
            1. Kegiatan Pendahuluan
apresiasi  dan motivasi  :
·         Menanyakan kepada peserta didik tentang beberapa hal yang menyangkut tentang perangkat keras yang berfungsi sebagai alat input.
·         Menanyakan kepada peserta didik tentang beberapa hal yang menyangkut tentang perangkat keras yang berfungsi sebagai alat proses.
·         Menanyakan kepada peserta didik tentang beberapa hal yang menyangkut tentang perangkat keras yang berfungsi sebagai alat output.
·         Menanyakan kepada peserta didik tentang beberapa hal yang menyangkut tentang perangkat keras yang berfungsi sebagai media penyimpan.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran
·         Peserta didik membentuk kelompok diskusi


            2. Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Peserta didik melihat media tentang perangkat keras
F  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas Peserta didik membentuk kelompok diskusi
F  Mengamati perangkat keras yang berfungsi sebagai alat input
F  Mengamati perangkat keras yang berfungsi sebagai alat proses
F  Peserta didik mengerjakan lembar kerja.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Melakukan refleksi bersama terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan
F  Menarik kesimpulan tentang pembelajaran perangkat keras.

Pertemuan kedua
           1. Kegiatan Pendahuluan
apresiasi  dan motivasi  :
·         Menanyakan kepada peserta didik tentang beberapa hal yang menyangkut tentang perangkat keras.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran

            2. Kegiatan Inti
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F  Peserta didik  melihat media tentang perangkat keras
F  melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
F  memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F  membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas Peserta didik membentuk kelompok diskusi
F  Peserta didik membentuk kelompok diskusi
F  Peserta didik mengamati perangkat keras yang berfungsi sebagai alat  output.
F  Peserta didik mengamati perangkat keras yang berfungsi sebagai alat  penyimpan
F  Peserta didik mengerjakan lembar kerja.

§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F  Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diktahui siswa
F  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

3. Kegiatan Penutup
      Dalam kegiatan penutup, guru:
F  Melakukan refleksi bersama terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan
F  Menarik kesimpulan tentang pembelajaran perangkat keras.

E.  Sumber Belajar
Seperangkat komputer, buku petunjuk praktek, LKS.

F.  Penilaian 
Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
Ø  Mengidentifikasi perangkat keras yang berfungsi sebagai alat input
Ø  Mengidentifikasi perangkat keras yang berfungsi sebagai alat proses
Ø  Mengidentifikasi perangkat keras yang berfungsi sebagai alat output.
Ø  Mengidentifikasi media penyimpan data.
Tes praktik (kinerja)

Tes praktik (kinerja)

Tes praktik (kinerja)

Tes praktik (kinerja)

Tes identifikasi

Tes identifikasi

Tes identifikasi

Tes identifikasi

Tunjukkanlah perangkat komputer yang berfungsi sebagai alat input!

Tunjukkanlah perangkat komputer yang berfungsi sebagai alat proses!

Tunjukkanlah perangkat komputer yang berfungsi sebagai alat output!

Tunjukkanlah perangkat komputer yang berfungsi sebagai media penyimpanan!
   
Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 1 Bontosikuyu



SRI MULIATI, S.Pd
              NIP.19640103 199001 2 002

Pariangan, Januari 2013
Guru Mapel TIK.



Muh. Rizal, A.Md

Cara Verval SIMPKB 2017

Salam hangat para guru se-Indonesia, melalui postingan ini kami kembali sharing tentang cara verval guru di situs simpkb, karena banyaknya g...